Mundur dari Uber, Travis Kalanick Fokus Kegiatan Filantropi

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 25 Desember 2019 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 25 320 2145886 mundur-dari-uber-travis-kalanick-fokus-kegiatan-filantropi-tSaNUG2i2c.jpg Ilustrasi Uber (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Salah satu pendiri Uber Travis Kalanick dikabarkan mengundurkan diri dari jajaran direksi aplikasi penyedia jasa perjalanan online terbesar di dunia tersebut.

Dia telah mengumumkan pengunduran dirinya yang akan dilakukan Minggu depan. Kalanick telah berada di perusahaan sejak 2009.

Bahkan Kalanick telah menjual sebagian besar sahamnya di Uber yang bernilai lebih dari USD2,5 miliar atau Rp34 triliun (Kurs Rp13.757/USD) selama dua bulan terakhir.

Baca Juga: Akui Salah Langkah, Bos SoftBank Ungkap Rugi USD6,5 Miliar dari Uber dan WeWork

“Pada akhir dasawarsa ini, dan dengan perusahaan yang sekarang terbuka untuk umum, sepertinya saat yang tepat bagi saya untuk fokus pada bisnis saya saat ini dan kegiatan filantropi,” kata Travis Kalanick seperti dikutip Forbes, Rabu (25/12/2019).

Kalanick juga diisukan akan fokus ke proyek terbarunya, City Storage Systems yang bermarkas di Los Angeles, Amerika Serikat. Proyek terbaru Kalanick bernama CloudKitchens, yang menyewakan ruang untuk restoran yang menyajikan makanan melalui aplikasi jasa pengiriman seperti Uber Eats dan Deliveroo.

TRavis

“Namun saya akan tetap mendukung Uber di kemudian hari,” lanjut Kalanick.

Sebagai informasi, Kalanick mendirikan Uber satu dekade lalu, ia juga sempat diminta untuk mengundurkan diri dari posisi CEO tahun 2017 karena serangkaian skandal yang mengguncang perusahaan, termasuk laporan dugaan pelecehan seksual.

Baca Juga: Pemain Film Iron Man 2 Ini Tanam Investasi Rp21 Triliun di Uber

Kabar Kalanick yang meninggalkan perusahaan dinilai datang pada waktu yang tepat. Pasalnya, Uber tengah dilarang penggunaannya di kota-kota sebagian dunia. Bahkan di markas utama Uber di London, Inggris, lisensi Uber tidak bertahan lama.

Terlepas dari berbagai kontroversi Uber, perusahaan jasa transportasi itu telah melakukan sekitar 15 miliar perjalanan sejak 2010.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini