JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini berpotensi untuk rebound seiring dengan rilis data perekonomian nasional dan pembagian dividen tahun buku 2017 oleh beberapa emiten.
Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio mengatakan, sepanjang pekan lalu terdapat beberapa rilis data perekonomian nasional, di antaranya rilis data inflasi Maret (year on year /yoy) yang naik 2,67% atau di atas ekspektasi. Selain itu, juga data perkembangan pariwisata asing pada Februari 2018 yang naik 17,36%. “Dua data ini berhasil memberikan sentimen positif ke pelaku pasar dalam jangka pendek,” kata Bertoni di Jakarta.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Malu-Malu ke 6.184
Meski begitu, sentimen positif tersebut masih tergerus oleh faktor eks ternal, di mana terdapat perang dagang dengan kenaikan tarif antara dua negara adi - kuasa, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Chi na yang masih menekan indeks saham. Sentimen perang dagang tersebut memicu kecemasan sehingga pasar modal dan pasar uang terus bergejolak. “Gejolak bursa global merambat ke gejolak bursa Asia maupun IHSG, instrumen pasar modal dan utang pun mengalami pelemahan pada perdagangan Indonesia,” ujarnya. Dia memperkirakan IHSG dalam sepekan ke depan masih akan terbebani isu kecemasan dari perang dagang antara AS dan China.
Baca Juga: IHSG Jeda Siang Ini Tergelincir ke Level 6.180
Sementara sentimen rilis indikator ekonomi Indonesia maupun rencana pembagian dividen masih memberikan peluang sentimen positif. “Sejumlah emiten yang mencatat laba berencana membagikan dividennya kepada para pemegang saham, ini bisa berpeluang sebagai sentimen positif IHSG,” paparnya. Selain itu, rilis data China pada pekan depan seperti cadangan devisa China, inflasi Maret, data pinjaman baru China, data ekspor-impor maupun neraca perdagangan disinyalir memberikan peluang meredam kekhawatiran perang da gang. Anugerah Sekuritas Indonesia memproyeksikan pekan ini indeks saham akan bergerak pada kisaran 6.100- 6.250.
Saham-saham small cap dan penantian pembagian dividen masih akan meramaikan perdagangan pada pekan ini. Sementara aksi jual bersih asing diperkirakan terus berlanjut mencatat net sell . “Secara teknikal IHSG, MACD untuk masuk tren turun, sinyal gerak akan membuat sideways, dengan volume perdagangan relatif sepi sekitar Rp5 triliun- 7,5 triliun per hari,” pungkasnya.