JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada hari ini. Mereka menilai kenaikan harga Pertamax kali ini terlalu tinggi dan berpotensi menambah beban biaya operasional harian.
Salah satunya disampaikan Eko, pengemudi ojek online asal Petamburan yang ditemui di SPBU 34.111.03 KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026).
Menurut Eko, kenaikan harga Pertamax kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan penyesuaian harga sebelumnya. Jika biasanya kenaikan harga hanya berkisar Rp1.000, kini kenaikannya dinilai sangat tinggi yaitu Rp3.000 lebih.
“Waduh kayaknya tinggi banget naiknya ya. Biasanya kan paling cuma seribu naiknya, ini sekarang tiga ribu lebih. Enggak cukup lah buat narik,” kata Eko saat ditemui di lokasi.
Eko mengaku selama ini rutin menggunakan Pertamax untuk kendaraannya. Namun setelah harga naik menjadi Rp16.250 per liter, dia memutuskan beralih ke Pertalite. Tujuannya agar biaya operasional tidak semakin membengkak.
“Saya biasa Pertamax motor saya, jadi ganti Pertalite. Harapannya bisa normal kembali kayak kemarin, ini terlalu tinggi soalnya (naiknya), enggak cukup pendapatan saya,” ujarnya.