Menpar Optimistis KEK di Babel Ditetapkan Tahun Ini

Arsan Mailanto, Jurnalis
Jum'at 20 April 2018 16:43 WIB
Menpar Arief Yahya (Foto: Okezone)
Share :

BANGKA - Pasca mengunjungi Pantai Tanjung Pesona, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata akan ditetapkan tahun ini 2018.

Kepada Direktur PT Pantai Timur Sungailiat Thomas Jusman sebagai pemberi usul agar KEK tidak lamban alias lelet. Arief menyarankan agar bersemangat berbagi fasilitas kepada pihak ketiga sehingga KEK berjalan lancar.

Menurutnya, KEK merupakan cara cerdik untuk mendapatkan dukungan pemerintah soal infrastruktur dasar.

Baca Juga: Menteri Rini: Pembangunan KEK Mandalika Paling Pesat

"Tadi saya katakan untuk mengantongi izin KEK itu susah, tapi lebih susah lagi kalau tidak punya KEK. Maka saya mengajak Pak Gubernur bareng-bareng demi Bangka bersama masyarakat sekitar 5-10 tahun agar kita bisa bangun," ujar Menpar selepas kunjungan kerja ke Bangka.

Lantas bagaimana strategi agar pemerintah campur tangan dalam hal ini. Arief meyakinkan beri KEK dengan disetujui pemerintah, maka pemerintah akan menyediakan infrastruktur dan utilitas dasar seperti akses jalan, air, internet dll itu akan dikasih oleh pemerintah.

Dia juga mengatakan bahwa sudah benar melakukan transformasi untuk Babel, dan transformasi itu tergantung dari CEO nya.

"Beruntunglah ada CEO yang sangat visioner. Jadi nasihat saya bertransformasi lah ketika di sini masih bisa. Banyak perusahaan yang terlambat melakukan transformasi dan dia gagal. Karena salah satu industri yang dipilih adalah pariwisata dan itu tidak salah," ia menuturkan.

Baca Juga: Kawasan Ekonomi Khusus Tarik Banyak Investor

Maldives Indonesia

Menanggapi upaya membawa wisatawan internasional dari Singapura, Arief mengungkapkan Indonesia bisa dikatakan beruntung jika dibandingkan dengan kawasan Timur.

"Kita beruntung dibandingkan kawasan timur, karena kita lebih dekat dengan pasar. Keunggulan Thailand dari Indonesia dia lebih dekat market, dan market besar China. Sekarang kita yang di barat ini hanya 1 jam ke Bangka dari Singapura dan Jakarta itu seharusnya diuntungkan," tukasnya.

Menpar juga menyebutkan HUT ke 46 REI  dihadiri lebih dari 1.000 orang, itu artinya Babel punya daya tarik dan relatif murah alias terjangkau terutama dari Jakarta semakin yakin bahwa Babel merupakan destinasi bagus dan dekat dengan pasar.  

Harusnya dari dulu, lanjut dia istilahnya itu menjaring di kolam ikan. Karena di Singapura ada 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan mereka kalau di sana belanja atau shopping seharian sudah habis, selanjutnya ke mana.

"Maka sebagian besar kita arahkan ke Kepulauan Riau (Kepri) dulu tentu yang hanya naik kapal Feri, kita buat murah sekira USD20 dolar. Kalau ke Bangka hanya USD60 dolar, jadi warga Singapura itu ke Babel akan semudah ke Batam atau ke Bintan," ucap Arief.

"Kalau memang ada niat saya janji akan bantu dan support, wisman yang sudah ada di Singapura untuk diarahkan ke Babel.  Silahkan rekan-rekan Babel pelaku agent travel dan travel tour berkoordinasi dengan agen travel tour yang ada di Singapura untuk memboyong wisman di sana ke Babel. Kalaupun ada tahun ini kita bakal support," imbuhnya.

Kendati demikian Menpar pun menjelaskan dulu itu kemungkinan kelemahan di Indonesia tidak memiliki ship plane dari pulau ke pulau.

"Akses dari pulau ke pulau itu susah. Sekarang saja dari Babel bisa memakan waktu sekitar 4-5 jam, wisatawan kalau di atas 2 jam sudah enggak mau. Oleh karena itu, nanti silakan ambil titik terdekat yang bisa satu jam atau akses kendaraannya kita ubah. Misalnya menggunakan ship plane, sebab di Maldives ke pulau-pulau itu seperti naik taksi," paparnya.

Sejatinya saat perizinan mengenai ship plane itu tambah Arief sudah keluar di Pulau Bawah. Di Kepulauan Riau sudah akses keluar sangat mudah.

"Jika rekan-rekan di Babel akan mengimplementasikan, maka kita akan mempermudah mengeluarkan lisensi-lisensi. Supaya kita tidak perlu membangun bandara-bandara kecil di Pulau Kecil, tentunya itu sangat mungkin Babel menjadi Maldives segera terwujud," tandas Menteri seraya optimistis.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya