"Maka sebagian besar kita arahkan ke Kepulauan Riau (Kepri) dulu tentu yang hanya naik kapal Feri, kita buat murah sekira USD20 dolar. Kalau ke Bangka hanya USD60 dolar, jadi warga Singapura itu ke Babel akan semudah ke Batam atau ke Bintan," ucap Arief.
"Kalau memang ada niat saya janji akan bantu dan support, wisman yang sudah ada di Singapura untuk diarahkan ke Babel. Silahkan rekan-rekan Babel pelaku agent travel dan travel tour berkoordinasi dengan agen travel tour yang ada di Singapura untuk memboyong wisman di sana ke Babel. Kalaupun ada tahun ini kita bakal support," imbuhnya.
Kendati demikian Menpar pun menjelaskan dulu itu kemungkinan kelemahan di Indonesia tidak memiliki ship plane dari pulau ke pulau.
"Akses dari pulau ke pulau itu susah. Sekarang saja dari Babel bisa memakan waktu sekitar 4-5 jam, wisatawan kalau di atas 2 jam sudah enggak mau. Oleh karena itu, nanti silakan ambil titik terdekat yang bisa satu jam atau akses kendaraannya kita ubah. Misalnya menggunakan ship plane, sebab di Maldives ke pulau-pulau itu seperti naik taksi," paparnya.
Sejatinya saat perizinan mengenai ship plane itu tambah Arief sudah keluar di Pulau Bawah. Di Kepulauan Riau sudah akses keluar sangat mudah.
"Jika rekan-rekan di Babel akan mengimplementasikan, maka kita akan mempermudah mengeluarkan lisensi-lisensi. Supaya kita tidak perlu membangun bandara-bandara kecil di Pulau Kecil, tentunya itu sangat mungkin Babel menjadi Maldives segera terwujud," tandas Menteri seraya optimistis.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)