Kagemasa Kozuki, Pendiri Konami yang Bantu Sukseskan E-Sport

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Minggu 22 April 2018 18:06 WIB
Konami. (Foto: WN.com)
Share :

JAKARTA - Kecangihan teknologi telah membuat olahraga baru, yakni e-sport. Electronic sport tersebut, mempertandingkan game-game online yang dibuat oleh developer besar.

Salah satu developer yang ikut mempopulerkan e-sport adalah Konami Corporation, dengan game eFootball-nya. Menjadi salah satu developer game terbesar, Konami didirikan oleh Kagemasa Kozuki.

Lahir pada 12 November 1940 di Jepang. Dia mengawali pendidikannya di sekolah lokal, di kampung halamannya. Dia kemudian masuk Universitas Kansai. Dia lulusan di bulan Maret 1966, dan melanjutkan untuk mengejar gelar Sarjana dalam bidang Ekonomi.

Setelah lulus, dia tidak menghabiskan banyak waktu dan uangnya. Dia menginvestasikan minat dan keterampilannya dalam pembentukan bisnisnya sendiri.

Dia mendirikan sebuah perusahaan dengan nama Konami ketika dia baru berusia 28 tahun. Dia mendirikan perusahaan itu di kota Jepang bernama Osaka pada 1969. Awalnya, perusahaan tersebut adalah perusahaan penyewaan dan juga perusahaan perbaikan jukebox.

(Foto: wikiwand.com)

Namun pada 19 Maret 1973, dia kembali memodifikasi perusahaan. Dia menamai bisnisnya sebagai Konami Industry Co, Ltd dan mengubah lini bisnis perusahaannya, dari hanya perusahaan perbaikan jukebox, menjadi hiburan.

Dia pun menjadi Direktur Perwakilannya, sambil mempertahankan pengaruhnya di sana. Pada 1994, dia menjaga kedua kursi ini tetap konstan, dan melompat ke kursi kepresidenannya. Namun pada 2012, ia meninggalkan kursi kepresidenan dan masih menyisakan dua jabatan lainnya.

Konami pun beralih ke pembuatan mesin hiburan terutama untuk arcade. Kemudian pada 1978, dia masuk ke bisnis manufaktur dan penerbitan game. Dia pun mengekspor produknya ke berbagai wilayah di Amerika Serikat, produk-produk tersebut termasuk berbagai permainan arcade.

Beberapa game arcade milik Konami pun menjadi seperti Frogger, Super Cobra, dan Scramble. Sayangnya, banyak dari game-game itu berada di bawah lisensi dari perusahaan penerbit game lain, karena Konami merilisnya di luar negaranya, sendiri seperti Gremlin Industries dan Stern Electronics.

Oleh karena itu, dia pun mengubah Konami Corporation menjadi perusahaan multinasional Jepang di bidang teknologi game dan materi hiburan. Mereka pun memproduksi sejumlah game, serangkaian film animasi, mesin slot, video game, trading card, jenis tokusatsu khusus, hingga mesin arcade.

(Foto: Situs sec.gov)

Selain itu, dia pun mengembangkan bisnisnya dengan juga menjalankan klub kebugaran fisik di seluruh Jepang. Pada saat pembentukannya, area basis untuk operasinya berlokasi di Toyonaka, Osaka, Jepang. Tetapi setelah keberhasilan dan perluasannya, kantor pusat dipindahkan ke berbagai area di Jepang, salah satunya Tokyo.

Di Amerika Serikat, dia mengoperasikan dan mengelola pelanggannya dari kantor yang berlokasi di El Segundo, California, dan kantor lain untuk mengelola permainan kasino di Paradise, Nevada. Dia pun mendirikan kantor perusahaan di semua negara, di mana produk-produknya terkenal, seperti di Sydney, Australia.

Konami pun berhasil menduduki peringkat keenam untuk perusahaan game Jepang, dengan Nintendo di nomor pertama, Square Enix di nomor kedua, Capcom adalah yang ketiga, Sega Sammy Holdings, dan Namco Bandai.

Saat ini, kekayaannya diperkirakan mencapai USD1,32 miliar. Dia pun tidak lagi menjabat sebagai presiden di Konami, dan digantikan dengan anaknya Takuya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya