JAKARTA - Zaha Hadid adalah seorang arsitek wanita pertama yang menerima penghargaan bergengsi Royal Institute of British Architects (RIBA) Gold Medal dan Pritzker Architecture Prize. Tidak bisa dipungkiri, Zaha Hadid memang adalah salah satu arsitek terbaik di dunia.
Mayfair merupakan salah satu proyek terakhir yang dikerjakan oleh Zaha Hadid, sebelum beliau meninggal pada 2016. Proyek properti bernilai 330 juta dolar Australia ini berada di Kota Melbourne, Australia ini digarap Zaha Hadid bersama dengan Elenberg Fraser yang merupakan arsitek asal Australia dan berkolaborasi dengan UEM Sunrise yang merupakan developer dari Malaysia.
Zaha Hadid. (Foto: New York Times)
Managing Director-CEO UEM Sunrise Anwar Syahrin Abdul Ajib mengungkapkan, kemewahan biasanya menjadi hiasan ideologi tentang keindahan, wujud yang memamerkan kekayaan dan gengsi, tetapi hari-hari ini, kemewahan bukan hanya tentang materi atau objek, melainkan pengalaman unik, personalisasi, dan suatu perasaan yang dirasakan ketika berada di suatu tempat.
(Foto: Mayfair)
“Mayfair memancarkan sesuatu yang elegan khususnya untuk mereka yang ingin merasakan pengalaman tinggal di boulevard paling premium di Melbourne dengan sentuhan artistik dari legasi Zaha Hadid,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/5/2018).
Terletak di salah satu boulevard terbaik di kota Melbourne yaitu St. Kilda Road, Mayfair merupakan apartemen mewah dengan sentuhan desain personal dari Zaha Hadid. Mayfair memiliki total 158 apartemen dengan pilihan 1 sampai 5 kamar tidur dan juga dilengkapi dengan cafe dan restaurant di level ground floor.
(Foto: Mayfair)
St. Kilda Road merupakan daerah yang sangat cocok untuk tempat tinggal, selain dekat dengan CBD dan beberapa taman, daerah ini juga menjadi rumah dari beberapa apartemen mewah seperti The Melburnian, The Royal Domain dan YVE.
(Widi Agustian)