JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, bahwa pemerintah tengah mempersiapkan insentif untuk meningkatkan volume ekspor. Insentif itu merupakan upaya pemerintah untuk membuat pertumbuhan ekspor secepat kenaikan impor.
"Inilah yang sedang difokuskan oleh pemerintah. Investasi tetap tinggi agar growth tinggi, tapi juga harus dipacu dan diikutsertakan ekspor growth yang sama tingginya," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/5/2018) malam.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, persentase ekspor yang hanya setengah dari total impor berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi ke depannya.
"Jadi kita sekarang harus membuat struktur ekonomi jauh lebih kuat, dengan menciptakan industri yang bisa mem-produce bahan baku dan bahan capital, sehingga kita tidak terlalu bergantung maka proses industrialisasi boleh diteruskan, dan ekspor kita harus dipacu," imbuh dia.