JAKARTA - Proses pelepasan saham atau divestasi 51% saham Freeport Indonesia kepada pemerintah Indonesia memasuki babak baru.
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bersama dengan Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatangan Pokok-Pokok Perjanjian atau Head of Agreement (HoA) terkait penjualan saham Freeport McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.
Penandatanganan tersebut membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pemilik mayoritas di Tambang Grasberg. Akan tetapi, perjuangan pemerintah masih panjang.
Di balik penandatanganan tersebut, ada fakta-fakta menarik yang telah dihimpun Okezone sebagai berikut:
1. Freeport Sepakat Serahkan Setengah Saham Freeport Indonesia
Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) resmi memiliki 51% saham Freeport Indonesia. Hal tersebut menjadi kesepakatan melalui penantangan Head of Agreement (HoA) antara Inalum, Freeport McMoran dan Rio Tinto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, HoA ini merupakan langkah maju dan strategis dalam mewujudkan kesepakatan pemerintah dengan Freeport Indonesia dengan Freeport McMoran yang telah dilakukan pada 27 Agustus 2017.
Adapun kesepakatan waktu itu, diumumkan pokok landasan hukum yang mengatur hubungan pemerintah dengan Freeport Indonesia berupa perubahan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan bukan dalam bentuk Kontrak Karya (KK).
2. Bos Freeport McMoran Tanda Tangani Pokok Perjanjian
CEO Freeport McMoran Richard Adkerson tiba di Kantor Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kedatangan orang nomor satu Freeport dalam rangka melakukan penandatangan Head of Agreement (HoA) dengan pemerintah Indonesia.
Pantauan Okezone, Adkerson tiba sekira pukul 15.45 WIB mengenakan kemeja batik berwarna cokelat. Turut mendampingi Direktur Eksekutif Freeprot Tony Wenas dan jajaran Freeport Indonesia.
Dari pemerintah hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri KLHK Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan hingga Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin.
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mewakili Inalum menandatangani pokok perjanjian.
3. Pemerintah Rogoh Kocek Rp55,4 Triliun
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, untuk melengkapi kepemilikan saham pemerintah Indonesia di Freeport Indonesia menjadi 51%, Inalum akan mengambil participating interest (PI) Rio Tinto 40%, saham pemerintah 9,36% dan saham Indocopper 10%.
"Jadi kalau ditambah punya negara menjadi menjadi 51,38%. Total nilai kita dengan ambil PI Rio dan Indocopper itu sebesar USD3,85 miliar," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta (12/7/2018).
Angka USD3,85 miliar ini jika dikonversikan ke Rupiah mencapai Rp55,4 triliun (kurs Rp14.400/USD). Harga tersebut, kata Rini, sudah dituangkan dalam HoA yang hari ini ditandatangani antara Inalum dengan Freeport. Tentu HoA bukan hal terakhir, karena masih ada proses transaksi yang dilakukan.
4. 11 Bank Gotong Royong Bayar 51% Saham Freeport
Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum mengaku sudah siap membayar total dana yang dibutuhkan untuk menguasai 51% saham Freeport Indonesia sebesar USD3,85 miliar. Keyakinan tersebut karena ada 11 bank yang siap membantu.
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari total dana yang dibutuhkan USD3,85 miliar, sebesar USD3,5 miliar diperuntukan untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,39% saham di Freeport Indonesia.
"USD3,5 miliar itu ke Rio, yang ke Freeportnya USD750 juta. Ini deal-nya, ada Freeport, Rio Tinto dan kita," tuturnya, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).