Defisit sektor migas yang besar tidak mampu ditutupi oleh surplus dari sektor non migas, akibatnya secara kumulatif Indonesia masih mengalami defisit. Oleh karena itu, Darmin yakin, ketika defisit mugas bisa ditekan, maka Indonesia akan mengalami surplus.
"Jadi neraca perdagangan defisitnya tidak boleh terlalu besar. Pemerintah harus naikkan ekspor perlambat impor, tapi itu umum, makanya kita pilih kebijakan yang sifatnya seperti jangkar," kata Darmin.
(feb)
(Rani Hardjanti)