Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Jasa Marga Kushartanto Koeswiranto menegaskan, bahwa proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda harus selesai tepat waktu, namun tetap memastikan unsur-unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Silakan berinovasi untuk percepatan pembangunan, tapi pastikan unsur K3 tetap dijaga, karena proyek jalan tol bukan hanya bersinggungan dengan konstruksi, tapi ada banyak SDM (orang) yang terlibat di dalamnya, pastikan keselamatan semua orang," lanjutnya.
Kehadiran Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas total perjalanan, kondisi saat ini dari Balikpapan ke Samarinda mencapai 150 km melalui jalan nasional, nantinya dengan melintasi jalan tol Balikpapan-Samarinda kurang lebih hanya 100 km, efisiensi jarak tempuh ini berbanding lurus dengan efisiensi waktu perjalanan antara Balikpapan dan Samarinda.
Saat ini, waktu tempuh antara Kota Balikpapan dan Kota Samarinda menghabiskan waktu hingga 3-4 jam, nantinya waktu tempuh tersebut dapat dipersingkat menjadi hanya 1 jam. Dengan demikian, dapat memangkas biaya logistik karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat.
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, diharapkan menjadi salah satu solusi upaya meningkatkan perekonomian dan pemerataan pembangunan di wilayah antar kota tersebut.
(feb)
(Rani Hardjanti)