JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) sepakat untuk memasang sistem digitalisasi lewat IT Based pada setiap nozzle yang ada di 5.518 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina. Dalam pemasangan teknologi itu nantinya PT Pertamina (Persero) akan dibantu oleh PT Telkom (Persero).
Senior Vice Presidential Coorporate ICT PT Pertamina (Persero) Jeffrey Tjahja Indra mengatakan, alasan mengapa dipilihnya PT Telkom karena pihaknya tidak memiliki kapabilitas untuk menyediakan teknologi tersebut. Apalagi PT Telkom juga merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang juga merupakan perseroan plat merah.
"Kami dibantu PT Telkom, kami menyadari Pertamina tidak punya kapabilitas menjangkau seluruh Indonesia, karena Pertamina perusahaan energi, karena itu kita gandeng PT Telkom," ujarnya dalam acara Konferensi pers di Kantoe BPH Migas, Jakarta, Senin (11/8/2018).
Sementara itu mengenai biayanya, Direktur Enterprise and Businessman PT Telkom (Persero) Dian Rachmawan mengatakan, pihaknya bersama dengan Pertamina akan melakukan penghitungan bersama. Setelah dihitung barulah bisa diputuskan berapa dana yang dibutuhkan untuk penerapan sistem digital pada penyaluran BBM tersebut.
Penghitungan itu juga termasuk berapa uang yang harus dibayarkan oleh PT Pertamina kepada pihaknya. Setelah itu barulah kontrak tersebut disusun untuk nantinya di masukan untuk segera ditandatangani bersama antara kedua perusahaan plat merah tersebut.
"Jadi 3 hari dari sekarang ada perumusan anggaran, konsep bisnis modalnya bagaimana nanti dirumuskan kami dengan Pertamina. Karena kontrak sedang disusun antar tim akan didiskusikan bareng," jelasnya.
Lebih lanjut Dian menambahkan, pihaknya akan dengan senang hati mendukung kebijakan dari PT Pertamina untuk pemasangan teknologi pada setiap nozzle SPBU miliknya tersebut. Meskipun target 5.518 SPBU dirasa cukup sulit, pihaknya akan berupaya semaksimal dan secepat mungkin untuk mengejar target tersebut.
"Telkom membantu sinergi BUMN, digitalisasi ini dilakukan Telkom. Apa yang disebut tadi 5.518 sampai akhir Desember selesai, kami akan melihat berapa SPBU yang diselesaikan satu hari," jelasnya.
Apalagi lanjut Dian, pihaknya memiliki plasma (jaringan internet yang ada di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan, hal tersebut dapat membantu dalam percepatan penerapan teknologi pada setiap nozzle di SPBU milik pemerintah.
"Kami punya plasma seluruh Indonesia, pekerjaan ini berat menantang kami akan melakukan secepat mungkin," ucapnya.
(feb)
(Rani Hardjanti)