Tahun 2020, Facebook 100% Gunakan Energi Terbarukan

Rafida Ulfa, Jurnalis
Selasa 04 September 2018 06:38 WIB
Foto: Reuters
Share :

JAKARTA - Facebook pada 28 Agustus mengumumkan bahwa mereka telah menetapkan target menggunakan 100% energi terbarukan pada akhir 2020.

Selain itu, Facebook mengumumkan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 75% dalam jangka waktu yang sama.

Dilansir dari Fortune, Facebook bersama perusahaan raksasa teknologi lainnya seperti Google dan Apple mengkonsumsi sejumlah besar listrik untuk menggerakkan pusat datanya.

 

Menurut Axios, pusat data ini bertanggung jawab untuk sebagian besar dari 2,46 juta megawatt listrik yang digunakan Facebook tahun lalu, jumlah ini dapat menerangi lebih dari 228.000 rumah di Amerika.

Terlebih lagi, operasi Facebook menghasilkan emisi yang cukup besar, perusahaan dilaporkan bertanggung jawab atas 979.000 metrik ton karbon dioksida pada tahun 2017, dua per tiganya berasal dari menyalakan pusat data ini.

Sadar akan konsekuensinya, Facebook sebelumnya telah menetapkan target 25% dari kekuatannya yang bersumber dari energi terbarukan pada tahun 2015 dan kemudian 50% pada tahun 2018. Perusahaan mencapai target setahun lebih awal yaitu mencapai 51% bersih dan terbarukan energi tahun lalu.

 

Menurut pengumuman tersebut, Facebook sedang "di jalur untuk menjadi salah satu perusahaan terbesar pembeli energi terbarukan." Saat ini memiliki kontrak lebih dari 3 gigawat tenaga matahari dan energi angin, yang semuanya berada di jaringan yang sama dengan pusat datanya.

Target dari komitmen Facebook untuk memerangi perubahan iklim dan tahun lalu perusahaan mendukung Perjanjian Paris melalui ‘We We Still In Initiative’.

Facebook bergabung dengan raksasa teknologi lainnya berkomitmen untuk go green. Apple mengumumkan awal tahun ini bahwa 100% dari operasi globalnya didukung oleh energi terbarukan. Google memenuhi target yang sama tahun lalu.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya