JAKARTA - Di tengah persaingan bisnis kabel yang makin ketat, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) meraih omzet penjualan USD141 juta pada akhir 2017 atau meningkat 9,5% dibandingkan 2016 termasuk total ekspor USD94 juta. Tingginya nilai penjualan tersebut tidak terlepas dari faktor kenaikan harga bahan baku.
Namun dari total penjualan tersebut perseroan hanya memperoleh laba sebesar USD1,7 juta akibat tahun lalu itu telah terjadi kenaikan harga bahan baku yang cukup signifikan di pasar internasional. Presdir PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) Toshihiko Terao mengatakan, saat ini market share produk perseroan di Indonesia sudah makin meningkat di mana sekitar 40% dari produksi dijual di Indonesia.
”Sisanya untuk memenuhi permintaan pasar internastioal antara lain ASEAN dan Timur Tengah,”ujarnya.
Selain itu, pengembangan variasi produk yang dilakukan 2016 yakni dengan memproduksi kawat khusus otomobil dan alat alat elektronik lain telah menunjang kinerja perseroan. Ini terbukti total penjualan kawat otomobil di tahun 2017 mencapai USD15 juta.
Diperkirakan persaingan bisnis kabel tahun 2018 ini masih akan berlangsung ketat. Namun perseroan telah mengantisipasi hal tersebut dengan strategi SEQCDD sebagai pedoman operasional perseroan dengan mempertahankan kualitas, distribusi harga dan lain lain.
Menurut Terao, menghadapi persaingan bisnis kabel di kawasan Asia saat ini bukan hal yang gampang karena di samping tuntutan kualitas yang tinggi, mereka juga minta agar harga lebih rendah lagi. Kendati demikian perseroan telah bertekad akan terus mendukung proyek yang sudah berjalan saat ini antara lain proyek perusahaan Listrik Negara, proyek infrastruktur, transportasi, proyek industri komersil, petrokimia, serta proyek minyak dan gas.
Menghadapi hal tersebut, menurut dia, perseroan telah mempersiapkan sejumlah langkah strategi agar tetap eksis sebagai produsen pemasok kabel kebutuhan kabel untuk proyek proyek besar didalam negeri maupun di kawasan Asia. Kemudian di sisa semester kedua tahun 2018, perseroan menargetkan pertumbuhan produksi meningkat hingga 15% dibandingkan dengan semester I 2018.
Peningkatan tersebut diperkirakan mampu memberikan kontribusi positif bagi pendapatan penjualan di akhir tahun ini. Pada semester I tahun ini pendapatan penjualan perseroan naik 31,02% year on year (YoY) menjadi USD43,1 juta. Sementara laba periode berjalan tercatat senilai USD590,5 ribu dibandingkan dengan kerugian senilai USD30 ribu yang dialami perseroan pada semester pertama tahun lalu.
Peningkatan laba tersebut menyusul dengan penjualan ekspor perseroan yang naik 61% menjadi USD34,08 juta pada periode tersebut. Namun, penjualan domestik IKBI pada semester I tahun ini turun 23,12% YoY menjadi USD9,01 juta. Kata Sulim Herman Limbono, Direktur IKBI, target perseroan secara pendapatan ingin lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2017.
“Jadi saat ini kami berfokus untuk menaikan produksi seperti menambah mesin dan juga komponen-komponen (parts) untuk mesin," ujarnya.
Lebih lanjut, dalam penambahan kapasitas produksi tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD3 juta yang hampir seluruhnya digunakan dalam rangka meningkatkan produksi produk kabel miliknya. Rencana tersebut diperkirakan mampu untuk memperluas produksi penjualan domestik perseroan hingga lebih dari 40%. Pada semester I tahun ini, total penjualan secara domestik tidak lebih dari 25% dibandingkan dengan penjualan ekspor IKBI.
(Feb)
(Rani Hardjanti)