Adapun posisi kas dan bank perseroan sebesar Rp23,16 miliar pada semester I/2018, lebih rendah dari posisi Desember 2017 yang masih Rp86,87 miliar. Kemudian soal ekspansi bisnis di pegadaian, kata direktur utama HRTA, Sandra Susanto, saat ini tengah menuntaskan proses perizinan untuk membentuk anak usaha di bidang pegadaian. Perusahaan baru saja mendapatkan restu pemegang saham dan dalam dua bulan akan menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memuluskan rencananya.
Sandra Sunanto mengatakan, perusahaan menargetkan dalam dua bulan ini seluruh proses perizinan bisa tuntas. Tahap awal, perusahaan akan penetrasi gerai-gerai pegadaian miliknya di seluruh Jawa Barat sebelum ekspansi ke wilayah lain. “Investasinya sekarang Rp 3,5 miliar sebetulnya tidak material karena bisnis pegadaian tidak butuh modal banyak, jadi kami tidak sediakan produk apapun hanya jasa saja. Tempat juga tidak terlalu wah, untuk space kecil juga sudah bisa jalan,” ujarnya
Dirinya menargetkan pada kuartal IV-2018 usaha tersebut sudah bisa jalan, sebab persiapan untuk mendirikan anak usaha tersebut sudah dimulai prosesnya sejak Maret tahun ini. Apalagi perusahaan juga sudah mulai menginvestasikan dana untuk persiapan dan rencana penyertaan modal. Untuk tahap awal, HRTA akan membangun gerai pegadaian berdampingan dengan gerai-gerai perhiasan miliknya. “Kalau pegadaian itu kecil kontribusinya, pegadaian kalau dapat izin bulan depan paling kami buka dua gerai tahun ini, proyeksinya tahun ini gerai pegadaian baru dua,” ungkapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)