Momentum politik, kata Adrian, perseroan mengungkapkan pendapatan iklan bisa mengalami pertumbuhan mencapai 10%-20% dibandingkan dengan biasanya. Hal ini didukung oleh meningkatnya permintaan iklan di beberapa media yang dimiliki perusahaan. Dijelaskannya, tingkat permintaan iklan ditahun politik meningkat mengingat adanya budget khusus yang disediakan partai dan calon presiden dan wakil presiden untuk kampanye.”Kalau dulu-dulu bisa 10%-15% kenaikan dari reguler, bahkan bisa 20% naiknya tapi kan tergantung pembatasan dari KPU juga," kata Adrian.
Adrian menjelaskan, tingkat permintaan iklan ini juga masih mengkuti aturan dari Komisi Pemilihan (KPU) yang juga mengatur pembatasan iklan di media. Dengan demikian, kinerja perusahaan tak terpengaruhi oleh terpilihnya pemilik perusahaan yakni Erick Thohir sebagai Ketua Tim Sukses Pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Hingga 7 September lalu saham perusahaan milikErick thohir ini masih bersemayam di harga Rp 50, alias saham gocap. Namun, kemudian setelah bosnya didapuk menjadi Tim Sukses Pemenangan Jokowi-Ma'ruf pasar merespon positif saham perusahaan.
Saham perusahaan terus mengalami peningkatan hingga akhirnya pada Senin (17/9) lalu BEI akhirnya memutuskan untuk menghentikan perdagangannya (suspensi) dalam rangka cooling down selama dua sesi perdagangan. Tak ayal, setelah dibuka pada perdagangan kemarin Selasa (18/9) saham ini langsung melejit lagi dan mengalami kenaikan hingga batas atas (auto rejection atas) dan kembali disuspensi pada perdagangan hari ini hingga batas waktu yang belum dipastikan bursa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)