Tambah Kapal, Pelita Samudera Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

, Jurnalis
Jum'at 21 September 2018 15:07 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

Jual Asset

Hingga Agustus tahun ini, tercatat nilai kontrak yang dibukukan oleh perseroan untuk FLF senilai USD7 juta dan Rp72 miliar serta TNB senilai USD1,9 juta dan Rp289 miliar. Pada tahun ini perseroan menargetkan kontrak senilai USD60 juta hingga USD65 juta. Sementara berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS), perseroan menyepakati penjualan salah satu aset fasilitas pemuatan terapung (floating loading facility/FLF). FLF tersebut akan dijual ke PT Maritim Barito Perkasa senilai USD12 juta.

Harry Chan menjelaskan, penjualan aset tersebut bertujuan mengoptimalisasi aset perusahaan. Saat ini utilisasi FLF Pelita Samudera hanya 70% dengan total FLF sebanyak empat unit. “Jika dijual maka utilisasi FLF kami bisa naik menjadi 90%,” katanya.

Disamping itu, lanjutnya, perseroan juga untung dengan penjualan aset tersebut. Pasalnya, selain menambah dana segar, utilisasi FLF milik Pelita Samudera jadi semakin efisien walaupun berkurang menjadi tiga unit. Apalagi sejak 2017, Pelita Samudera memiliki satu floating crane (FC) yang memiliki fungsi kurang lebih sama dengan FLF.Namun, dari sisi biaya floating crane tersebut dinilai lebih efisien.

Perusahaan juga berencana membeli dua paket kapal tunda dan tongkang bekas yang akan beroperasi sebelum memasuki 2019. Untuk perkiraan saja, satu set kapal tunda dan tongkang bekas menurut Harry seharga Rp40 miliar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya