JAKARTA - Anak-anak muda identik dengan impian dan semangat yang berkobar. Bahkan, Presiden Pertama Indonesia Soekarno memiliki pernyataan unik mengenai hal ini.
"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia," begitu kutipan dari Sang Proklamator.
Baca Juga: Anak Muda RI Makin Bersinar, Diakui di Pentas Global
Dari sekian banyak anak muda sekarang ini, ada sejumlah anak muda Indonesia yang tidak hanya memiliki cita-cita. Tapi mulai mewujudkan cita-citanya tersebut dan diakui oleh dunia.
Dalam daftar 30 Under 30, terpampang 600 nama anak-anak muda dari seluruh dunia. Dari nama-nama itu, terdapat beberapa anak-anak muda yang mewakili Indonesia.
Rorian Pratyaksa, 26
Cofounder PayAcces
Rorian bertekad mengenalkan masyarakat Indonesia dengan mobile pay, sehingga tidak lagi ketergantungan kepada bank. Alasan itu yang membuat dia mendrikan PayAcces, startup yang bergerak di bidang licensed mobile payment. Platform ini memanfaatkan smartphone untuk transaksi pembayaran online to offline.
(Foto: Forbes)
Sebelumnya, dia merupakan analis di PwC dan kini dia menjabat sebagai chief business development officer PayAcces. Dirinya juga mendapat penghargaan Australian Award Scholarchip dari pemerintah Australia pada 2016.
Iwan Kurniawan, 28
Reynold Wijaya, 29
Cofounder Modalku
Modalku yang berbasis di Indonesia merupakan sister operations Funding Societies yang berada di Singapura dan Malaysia. Modalku merupakan platform pinjaman digital peer-to-peer yang menghubungkan usaha kecil dan menengah (UKM) yang membutuhkan modal dengan para pemberi pinjaman.
Diluncurkan pada 2015, diresmikan oleh tiga orang, termasuk CEO Reynold Wijaya dan COO Iwan Kurniawan. Didukung oleh Sequoia, Modalku telah mencatat total investasi USD75 juta di UKM.
Baca Juga: Tukang Roti Ini Didenda karena Jualan Setiap Hari, Kok Bisa?
Krishnan Menon, 28
Marshall Utoyo, 28
Cofounder Fabelio
Marshall Utoyo dan Krishnan Menon mengumpulkan pengetahuan mereka tentang e-commerce dan desain furnitur Indonesia untuk mendirikan Fabelio, toko furnitur online dan offline yang berbasis di Indonesia pada 2015.
Mereka telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 2.000 penajin lokal dan pabrik. Tujuannya adalah menciptakan desain dan produk berkualitas untuk harga yang wajar. Mereka juga memiliki layanan lain yang termasuk desain interior dan uji coba produk di rumah.
(Feb)