Hartadinata Bukukan Kenaikan Laba 7,6% Sebesar Rp101,95 Miliar

, Jurnalis
Jum'at 02 November 2018 14:26 WIB
Foto: Harian Neraca
Share :

JAKARTA - Di kuartal tiga 2018, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil mencatatkan laba bersih meningkat 7,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp101,95 miliar dari perolehan laba bersih di priode yang sama tahun lalu Rp94,73 miliar.

Kinerja yang cemerlang didorong oleh pertumbuhan penjualan yang meningkat 15,05% secara tahunan dari Rp 1,86 triliun pada sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp2,14 triliun pada periode yang sama tahun ini. Penjualan grosir perhiasan dan logam mulia mencapai Rp1,87 trilliun sementara yang di dapat dari toko adalah sebesar Rp266,27 milliar.

Namun beban pokok penjualan meningkat 14,9% menjadi Rp 1,94 triliun. "Kami yakin bahwa jumlah tercatat persediaan pada 30 September 2018 dan 31 September 2017 tidak melampaui nilai realisasi netonya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai atas persediaan," kata Sandra Sinarto, Presiden Direktur HRTA, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Baca Juga: Ekonomi Global Belum Kondusif, Hartadinata Pangkas Target Pembukaan Gerai

Hingga akhir tahun, perseroan optimis dapat membukukan pendapatan dari penjualan hingga Rp 3 triliun. Penjualan yang mencapai Rp2,14 triliun, disampaikan Sandra, sudah mendekati 80% dari target yang ditetapkan. Asal tahu saja, perseroan memangkas target pembukaan gerai yang telah direncanakan sebelumnya dari total gerai 100 pada tahun depan menjadi 50 gerai.

Penurunan target ekspansi gerai baru itu lantaran HRTA menunda penerbitan Medium Term Notes ( MTN ) Rp300 miliar, alasan penundaan MTN tersebut adalah karena emiten melihat suku bunga yang terus naik. "Kalau suku bunga membaik, kondisi politik tahun depan juga baik, mungkin kita akan lakukan ekspansi," ujar Sandra.

Baca Juga: Hartadinata Abadi Targetkan Tambah 200 Gerai hingga 2019

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya