JAKARTA - Di kuartal tiga 2018, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil mencatatkan laba bersih meningkat 7,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp101,95 miliar dari perolehan laba bersih di priode yang sama tahun lalu Rp94,73 miliar.
Kinerja yang cemerlang didorong oleh pertumbuhan penjualan yang meningkat 15,05% secara tahunan dari Rp 1,86 triliun pada sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp2,14 triliun pada periode yang sama tahun ini. Penjualan grosir perhiasan dan logam mulia mencapai Rp1,87 trilliun sementara yang di dapat dari toko adalah sebesar Rp266,27 milliar.
Namun beban pokok penjualan meningkat 14,9% menjadi Rp 1,94 triliun. "Kami yakin bahwa jumlah tercatat persediaan pada 30 September 2018 dan 31 September 2017 tidak melampaui nilai realisasi netonya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai atas persediaan," kata Sandra Sinarto, Presiden Direktur HRTA, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Jumat (2/11/2018).
Baca Juga: Ekonomi Global Belum Kondusif, Hartadinata Pangkas Target Pembukaan Gerai
Hingga akhir tahun, perseroan optimis dapat membukukan pendapatan dari penjualan hingga Rp 3 triliun. Penjualan yang mencapai Rp2,14 triliun, disampaikan Sandra, sudah mendekati 80% dari target yang ditetapkan. Asal tahu saja, perseroan memangkas target pembukaan gerai yang telah direncanakan sebelumnya dari total gerai 100 pada tahun depan menjadi 50 gerai.
Penurunan target ekspansi gerai baru itu lantaran HRTA menunda penerbitan Medium Term Notes ( MTN ) Rp300 miliar, alasan penundaan MTN tersebut adalah karena emiten melihat suku bunga yang terus naik. "Kalau suku bunga membaik, kondisi politik tahun depan juga baik, mungkin kita akan lakukan ekspansi," ujar Sandra.
Baca Juga: Hartadinata Abadi Targetkan Tambah 200 Gerai hingga 2019
Saat ini total gerai HRTA sudah mencapai 32 gerai. Hingga akhir tahun ini HRTA akan menambah satu gerai di Medan, Sumatra utara. Artinya total gerai HRTA akan mencapai 33 pada akhir tahun ini. Sebagai informasi HRTA juga akan masuk ke dalam bisnis gadai, dengan mendirikan PT Gadai Cahaya Dana Abadi. Sandra mengatakan, saat ini pihak managemen sedang mengurus izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jawa Barat.
Gerai gadai tersebut akan dibuka di Provinsi Jawa Barat. Sandra bilang, dalam waktu satu bulan gerai gadai ini sudah mulai beroperasi. Sandra memprediksi hingga tiga tahun ke depan kontribusi gadai tidak terlalu besar untuk pendapatan HRTA, karena bisnis gadai konsolodasi dengan HRTA sebagai anak usaha.
"Tapi kita lihat potensi gadai besar terutama di Jawa Barat, Jawa Timur, kita juga cuma gadai emas saja dan barangnya bukan hanya dari Hartadinata saja, kita terima semua," katanya.
(Feb)
(Rani Hardjanti)