Jarot mengatakan, keberadaan PLTU Sintang ini pastinya akan semakin memperkuat kelistrikan di Sintang yang sebenarnya sudah dalam kondisi surplus. Hal ini diharapkan dapat memperbanyak jumlah desa yang teraliri listrik.
Dengan beroperasinya PLTU Sintang, maka daya sebesar 21 mw yang dihasilkannya dapat mengaliri sekitar 16.153 pelanggan dengan asumsi daya tersambung sebesar 1.300 volt ampere (va) per pelanggan.
Selain itu, rasio elektrifikasi (RE) Kabupaten Sintang meningkat menjadi 80,73% di mana sebelumnya hanya tercatat sebesar 64,76% di Oktober. Hal tersebut juga mampu mendongkrak RE Provinsi Kalimantan Barat dari 85,49% menjadi 86,88%.
(Feby Novalius)