Bir hingga Kopi Indonesia Tembus Pasar Timur Jauh Rusia

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 12 Desember 2018 12:23 WIB
Ilustrasi: Foto Okezone
Share :

MOSKOW – Berbagai produk Indonesia seperti bir, kopi, dan furnitur berhasil menembus pasar Timur Jauh Rusia, mulai dari Provinsi Primorsky Krai hingga Siberia. Satu di antara produk bir ternama Indonesia “Bali Hai” bahkan sudah dijajakan di hampir 90% supermarket Primorsky Krai.

Hal itu terungkap dari kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) RI untuk Rusia dan Belarus Wahid Supriyadi ke Vladivostok pada 5-7 Desember lalu. Wahid didampingi Minister Counsellor Ekonomi Edi Suharto, Atase Perdagangan RI di Rusia Farid Amir, dan Sekretaris I Pensosbud Enjay Diana.

Valentin Ushakov, Direktur Jenderal Trade Group, importir bir “Bali Hai”, mengatakan peluang bisnis di wilayah Timur Jauh Rusia besar. “Bir Indonesia diminati di Rusia. Tahun depan kami berencana meningkatkan impor bir ‘Bali hai’ sekitar 100 kontainer atau senilai USD1,5 juta,” katanya. Trade Group telah menjalin kerja sama dengan salah satu produsen bir Indonesia sejak akhir tahun lalu dan mengimpor sebanyak 30 kontainer atau setara USD400-450.000 dalam kurun 12 bulan.

Baca Juga: Ekspor Perikanan RI USD143 Juta Tembus Pasar Korsel

Ushakov juga berharap dapat mengimpor produk lainnya seperti minyak goreng dan kopi instan. Pengusaha lainnya, Ana nesyan Goraevich, direktur LCC “Ermak”, juga berminat mengimpor minyak sawit, kopi, mi, dan kertas dari Indonesia. Sementara itu, Olga Bagryant seva, direktur House of Indonesia, yang menjual furnitur Tanah Air, mencoba mempromosikan kain batik, bumbu masak, kebutuhan spa terapi, dan aneka suvenir.

Acting Gubernur Primorsky Krai, Oleg Kozhemyako menilai- nilai perdagangan antara Primorsky Krai dengan Indonesia mencapai USD21 juta pada 2017. Kozhemyako dan Wahid sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan pada masa yang akan datang dengan membentuk asosiasi bisnis.

Vladivostok, ibu kota Pri morsky Krai, mengalami per kembangan ekonomi yang pesat sejak penyelenggaraan KTT APEC pada 2012. Pemerintah Rusia mendukung potensi itu dengan menggalakkan pembangunan infrastruktur dan menjadikannya sebagai gerbang Rusia menuju kawasan Asia-Pasifik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya