JAKARTA - Ekonom dan pengamat persaingan usaha Syarkawi Rauf mengatakan bahwa angka inflasi Indonesia secara tahunan sebesar 3,2% (year on year/yoy). Angka inflasi ini menunjukkan harga kebutuhan pokok stabil.
Baca Juga: Minggu Pertama Desember Inflasi 0,3%, BI: Gara-Gara Harga Telur
Sebelumnya, inflasi Indonesia kurang lebih 8,6%. Namun pada 2018 inflasi tahunan 3,2%. Artinya harga kebutuhan pokok semakin stabil dan inflasi bahan pangan dari 10,57% menjadi 1,7%
"Yang lebih menariknya dari sekian banyak komoditas, salah satu penyumbang inflasi terbesar adalah komoditas bahan makanan. Kalau dari data BPS pada 2015 inflasi bahan makan kita masih 10,56% tetapi kini tinggal 1,69%," kata Syarkawi yang juga mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Rabu(12/12/2018).
Baca Juga: BPS: Inflasi November 0,27%
Syarkawi mengatakan, masyarakat banyak berdebat tentang harga pangan naik, padahal data dari BPS menunjukkan inflasi semakin menurun menjadi 3,2%.
"Ternyata selama ini inflasi bahan makan yang menyumbang inflasi paling besar kini mengalami penurunan yang signifikan," jelasnya.
Sementara data regional per provinsi hampir semua penyumbang pertumbuhan ekonomi bersumber dari pertumbuhan konsumsi. Bahkan Bank Indonesia menyebutkan pertumbuhan bahan pangan pada 2017 terbaik.
(Dani Jumadil Akhir)