Pendapatan Ekonomi Kreatif Diprediksi Tembus Rp1.200 Triliun di 2019

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 20 Desember 2018 10:52 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

Pihaknya juga akan meminta pemerintah daerah mengeksplorasi keunikan masing-masing harus ada spesialisasi jangan semua seragam aplikasi digital ataupun kuliner. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Mandiri Capital Hira Laksamana mengatakan, tahun 2019 perseroan menargetkan menyuntikkan investasi pada 8-9 startup . Perseroan menyasar startup usia muda sekaligus memiliki risiko tinggi. Operation Chief GnB Accelerator Elsye Yolanda menjelaskan, pihaknya sejak 2016 telah menyediakan program akselerasi bagi startup level awal. Pihaknya akan membantu dalam percepatan bisnis dan menghubungkannya pada investor global. Bahkan, sudah disiapkan startup tersebut hingga sampai ke publik atau diakuisisi perusahaan global.

Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R. Sirait mengatakan, perkembangan ekraf mendorong masyarakat saat ini untuk menempatkan kreativitas menjadi aset kompetitif. Teknologi digital pada 2019 akan semakin berpengaruh dalam banyak hal, tapi juga masih ada peluang ekraf nondigital untuk berkembang positif. Masyarakat harus mengoptimalkan kekayaan budaya yang berimplikasi di sektor leisure dan turunannya yang terus menguat. Rektor Unika Atmajaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan, ke depan teknologi digital bakal kian berkembang. Namun, ia optimistis berbagai disrupsi itu tidak akan menjungkirbalikkan seluruh pranata yang sudah terbangun, melainkan mencari keseimbangan baru.

Baca Juga: 21 Poin Pertemuan Pelaku Industri Kreatif Dunia Akan Dibawa ke PBB

Dia memaparkan disrupsi akibat revolusi teknologi 4.0 kini dialami berbagai sektor mulai dari keuangan, jasa, hingga media. Menurutnya, sektor pendidikan juga bakal mengalami disrupsi. Namun, itu bukan berarti kegiatan perkuliahan tatap muka secara fisik bakal hilang. Sebagai contoh keseimbangan baru dalam kasus financial technology (fintech) di China saat ini yang sudah mengalami banyak penolakan karena jumlahnya sudah excessive. Hal ini juga dirasakan di Tanah Air karena maraknya nasabah melakukan komplain dengan etika bisnis yang dilakukan fintech. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, tahun 2019 Indonesia sudah memiliki decacorn yang merupakan perusahaan startup dengan valuasi minimal USD10 miliar.

Sayangnya, dia tidak mengatakan startup mana yang dimaksud menjadi decacorn. “Tidak usah menyebutkan nama karena itu hanya masalah bisnis. Saat ini Indonesia memiliki empat dari tujuh unicorn di ASEAN. Dari yang ada sekarang kita tunggu saja,” kata Rudiantara. Adapun empat unicorn tersebut saat ini adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Tidak hanya itu, tahun depan juga Indonesia akan memiliki satu unicorn baru sehingga target pemerintah untuk memiliki lima unicorn startup sudah tercapai.

(Hafid Fuad)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya