Surat Sri Mulyani: 2018 Bukan Tahun yang Mudah

Rikhza Hasan, Jurnalis
Selasa 01 Januari 2019 11:48 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan pencapaian dari pengelolaan Anggaran Pendapatn dan Belanja Negara (APBN) serta keuangan negara yang telah ditunaikan dengan baik.

Dia juga mengatakan, 2018 bukanlah tahun yang mudah. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti ekonomi global, harga komoditas, arus modal dan nilai tukar bergejolak tinggi, suku bunga global dan dalam negeri mengalami kenaikan, serta perdagangan global masih lesu dan tidak menentu, dan ancaman kejahatan perpajakan, penyelundupan narkoba, dan perdagangan illegal terus mengancam.

Bencana alam yang menimpa beberapa daerah serta Kemenkeu yang juga mengalami musibah tewasnya 21 jajaran Kemenkeu dalam kecelakaan pesawat. Semua itu dinilainya dapat menjadi alasan untuk patah semangat.

“Namun kita dan Indonesia tidak pernah menyerah, Indonesia bahkan menjadi tuan rumah event internasional bergengsi, seperti Asian Games dan Para Games, dan Pertemuan Tahunan IMF/World Bank yang semuanya berjalan dan berhasil sukses. Dunia menghargai dan menghormati Indonesia,” ujar Sri Mulyani, dikutip dari laman facebook pribadinya, Jakarta, selasa (1/1/2019).

Sri Mulyani juga mengatakan, APBN 2018 kali ini ditutup dengan capaian yang sangat baik, seperti penerimaan negara berupa pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh tinggi dan sehat. “Terima kasih pada seluruh jajaran yang mengelola penerimaan negara,” ujarnya.

Selain itu juga belanja negara di pusat maupun daerah terealisir dengan baik, pembiayaan mengalami kontraksi, dengan defisit APBN sebesar 1.72% dari PDB, jauh lebih rendah dari angka UU APBN 2018 sebesar 2,19%. “Ini adalah defisit terkecil sejak 2012,” jelasnya. Dia juga mengatakan keseimbangan primer sebesar Rp 4,1 Triliun, merupakan surplus keseimbangan primer sejak 2011.

“Kita akan terus menjaga APBN dan Keuangan Negara secara profesional, hati-hati dan bertanggung jawab. Kita terus melakukan pembiayaan yang inovatif baik melalui kerja sama pemerintah dan Badan Usaha/ Swasta maupun dengan 'Blended Finance'. Agar Partisipasi swasta dan masyarakat terus meningkat, sehingga mereka ikut memiliki proses dan proyek pembangunan,” ujarnya.

Dia menilai, APBN dan Kebijakan Fiskal telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti membantu keluarga miskin untuk makan, sekolah, kesehatan, mendukung operasi sekolah dan madrasah, meningkatkan pendidikan vokasi dan beasiswa bagi dosen, santri, murid/mahasiswa miskin, dan mereka yang berprestasi.

Anggaran kesehatan kerap ditambah untuk memerangi gizi buruk serta membayar BPJS kesehatan agar mamapu menjalankan jaminan kesehatan secara baik dan berkelanjutan. APBN juga digunakan untuk membangun infrastruktur hingga ke perbatasan, membantu usaha kecil menengah atau koperasi dan pelaku ultra mikro, serta APBN juga digunakan untuk membantu daerah bencana.

Untuk pertama kali dalam 15 tahun, pemerintah tidak mengajukan perubahan dalam 15 tahun dan pemerintah tidak mengajukan perubahan UU APBN 2018. Hal tersebut dinilai mendorong semua kementerian/lembaga fokus menjalnkan rencana anggara secara penuh.

“Saya berterimakasih atas kerja sama dan capaian oleh semua lembaga dan kementerian. Kita juga terus memperbaiki kualitas pengelolaan dan pemanfaatan asset negara, diantaranya melalui revaluasi asset,” jelasnya

Sebagai otoritas fiskal, Kementerian Keuangan terus bekerjasama dengan Bank Indonesia, OJK, dan LPS untuk menjaga stabilitas sektor keuangan termasuk mencegah terjadinya krisis keuangan. Hal itu dirasa penting dalam menjaga kepercayaan.

“Kemenkeu tidak boleh berhenti untuk mereformasi dan mentransformasikan organisasi agar terus mampu menjawab tantangan gejolak global, perubahan teknolohi di era digital dan bonus demografi yang segera berakhir,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, sebanyak 37 penghargaan telah diraih pada 2018, baik dari lembaga internasional, seperti World Government Summit, Global Capital-Euromoney, Global Market, serta prestasi internasional lainnya.

Selain Internasional, beberapa penghargaan juga diraih, seperti KPK, Ombudsman, MENPAN RB, dan penghargaan nasional lainnya. “Kita tidak akan dan tidak boleh berhenti berprestasi karena ini adalah wujud nyata kecintaan kita kepada Indonesia,” jelasnya.

Atas pencapaian yang telah diraih, Sri Mulyani kerap mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Kemenkeu dengan dukungan kelurga. Serta para pekerja di kantor pelayanan, di lapangan, di kantor wilayah, di perbatasan, di laut lepas, dan di kantor pusat.

“Terima kasih atas dedikasi dan keikhlasan semua dalam menjalankan tugas. Kita jaga estafet tanggung jawab menuju cita-cita kemerdekaan, terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Wapres Kalla, sehingga kita mampu bekerja memberi yang terbaik untuk Indonesia,” ungkapnya.

Sri Mulyani juga menyambut pergantian tahun ini dengan oprimis serta waspada dan hati-hati. “Kita Sambut 2019 dengan Optimisme namun tetap waspada dan hati-hati. Selamat Tahun Baru para penjaga Keuangan Negara,” pungkasnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya