TOKYO – Jepang akan terus mencermati risiko yang membayangi pemulihan ekonomi global. Kewaspadaan itu diterapkan dalam arah kebijakan pemerintahnya.
Demikian disampaikan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe seperti dikutip Reuters, Jakarta, Minggu (6/1/2019).
Tanda-tanda perlambatan permintaan global dan kenaikan tajam mata uang yen telah menurunkan prospek ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor. Hal ini mendorong peringatan verbal dari para pembuat kebijakan Tokyo tentang dampak buruk pergerakan pasar yang bergejolak pada pertumbuhan.
Baca Juga: Serangan Sentimen Global Bikin Ekonomi RI 2019 Membaik, Ini Penjelasannya
"Sementara ekonomi global pulih secara bertahap, ada berbagai risiko terhadap prospek tersebut," kata Abe.