JAKARTA – PT Estika Tata Tiara resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada perdagangan hari ini, Kamis (10/1/2019). Emiten dengan kode saham BEEF tersebut jadi perusahaan ke-2 yang melantai pada tahun ini.
Perusahaan yang bergerak di bidang makanan olahan itu, melepas 376.862.500 saham baru atau setara 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga yang ditawarkan Rp340 per saham, dengan demikian dana segar yang akan diperoleh perseroan dari IPO ini sebesar Rp128,13 miliar.
Baca Juga: Direstui OJK, 3 Emiten Siap IPO di Awal Tahun
Pada pembukaan perdagangan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar.
Direktur Utama Estika Tata Tiara Yustinus Sadmoko menyatakan, perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari porsi pooling.
“IPO adalah salah satu realisasi strategi bisnis kami dalam memperluas cakupan pasar. Tingginya minat investor menjadi bukti nyata bahwa potensi pasar distributor dan pengolahan makanan di Indonesia sangat menjanjikan,” katanya dalam pembukaan perdagangan di Gedung BE, Jakarta, Kamis (10/1/2019).
Dia menyatakan, dana yang diperoleh dari IPO sebesar 45% akan digunakan untuk pembelian sapi hidup baik lokal maupun impor. Lalu sebesar 25% untuk pembelian barang dagangan berupa daging impor maupun lokal.
Sisanya 30% untuk investasi perluasan kandang dan memperluas diversifikasi bisnis pengolahan serta perdagangan sapi, ayam, ikan, frozen dough, dan agribisnis yang tersebar di Subang (Jawa Barat), Salatiga (Jawa Tengah), dan Cikarang (Jawa Barat).
Bersamaan dengan penawaran saham baru, ETT juga menawarkan Waran Seri I sebanyak 37,686 juta unit. Jika seluruh waran dieksekusi, maka saham eks waran mencapai 2,50% dari total saham ditempatkan dan disetor pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO saham.
Setiap pemegang 10 saham baru akan memperoleh satu Waran Seri I, dimana setiap satu Waran Seri I memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Sementara itu, harga pelaksanaan Waran sebesar Rp550 per unit. Itu berarti ETT nantinya akan memperoleh tambahan modal Rp20,73 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)