nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tumbuh 38,3%, Pendapatan Estika Tata Tiara Capai Rp278,2 Miliar

Senin 13 Mei 2019 11:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 13 278 2054945 tumbuh-38-3-pendapatan-estika-tata-tiara-capai-rp278-2-miliar-HRd9Evq9h0.jpg Ilustrasi: Shutterstock

 JAKARTA – Jualan daging olahan produksi PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang dikenal dengan produk Kibifnya laris manis terjual di pasar. Tengok saja, pada akhir kuartal I 2019, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp278,2 miliar atau naik 38,3% dibanding periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp201,2 miliar.

Pertumbuhan pendapatan juga mengerek perolehan laba bersih yang melesat tajam 115,27% menjadi Rp14,94 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,94 miliar. Sementara beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan 37,5% dari Rp168,42 miliar menjadi Rp231,42 miliar pada akhir kuartal I 2019. Pada sisi ekuitas, tercatat Rp361,25 miliar atau naik 76,96% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp204,77 miliar.

Baca Juga: IPO, Saham Estika Tata Tiara Naik 41,18%

Sedangkan kewajiban perseroan tercatat senilai Rp334,38 miliar atau mengalami peningkatan 25,09% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp267,68 miliar. Sementara aset perseroan tercatat senilaiRp695,64 miliar atau naik 1,25% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp472,4 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih Rp80 miliar dan optimis bakal tercapai seiring dengan ekspansi bisnis yang bakal dilakukan. Direktur Utama BEEF, Yustinus Sadmoko pernah bilang, tahun 2019 ini pihaknya semakin yakin laba bersih akan tembus sesuai target. Hal ini didukung dengan adanya peningkatan penjualan menjadi Rp1,4 triliun pada tahun 2019.

ihsg

Kemudian salah satu upaya untuk menggenjot keuntungan adalah dengan melakukan ekspansi pabrik. Total dana yang disiapkan untuk investasi ini sebesar Rp100 miliar. Naik dari investasi belanja modal tahun 2018 sebesar Rp50 miliar. “Pemasaran 100% masih untuk pasar dalam negeri, utamanya tersebar di Jabodetabek. Namun kami juga sudah hadir di kota-kota besar seluruh Indonesia. Kami sedang mengkaji juga untuk memasuki pasar ekspor,” ujar Yustinus dilansir dari Harian Neraca, Senin (13/5/2019).

Selain fokus pada pengembangan daging sapi olahan, BEEF juga berencana untuk mengembangkan usaha penjualan dan peternakan sapi. Perusahaan memiliki usaha penggemukan dan penjualan sapi dengan kapasitas mencapai 1.000 ekor sapi setiap bulannya. Usaha ini melengkapi bisnis daging olahan mereka yang mencapai 1.500 ton per bulan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini