
Kemudian salah satu upaya untuk menggenjot keuntungan adalah dengan melakukan ekspansi pabrik. Total dana yang disiapkan untuk investasi ini sebesar Rp100 miliar. Naik dari investasi belanja modal tahun 2018 sebesar Rp50 miliar. “Pemasaran 100% masih untuk pasar dalam negeri, utamanya tersebar di Jabodetabek. Namun kami juga sudah hadir di kota-kota besar seluruh Indonesia. Kami sedang mengkaji juga untuk memasuki pasar ekspor,” ujar Yustinus dilansir dari Harian Neraca, Senin (13/5/2019).
Selain fokus pada pengembangan daging sapi olahan, BEEF juga berencana untuk mengembangkan usaha penjualan dan peternakan sapi. Perusahaan memiliki usaha penggemukan dan penjualan sapi dengan kapasitas mencapai 1.000 ekor sapi setiap bulannya. Usaha ini melengkapi bisnis daging olahan mereka yang mencapai 1.500 ton per bulan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)