JAKARTA – Menjadi seorang pemimpin bukan hal yang mudah, terutama dalam lingkungan bisnis yang tidak pasti. Seperti perusahaan-perusahaan di Amerika.
Dilansir dari CNN Bussines, Jumat (11/1/2019), tahun 2018 merupakan rekor tertinggi Chief Executive Officer (CEO) mengundurkan diri dari pekerjaan mereka sejak 2008. Rekor tersebut terjadi ketika krisis keuangan melanda. Hal ini disampaikan melalui laporan rilis perusahaan penempatan kerja Gray & Christmas.
Baca Juga: Mengenal Naraya Murthy, Miliarder India yang Terlahir dari Keluarga Miskin
Menurut Wakil Presiden Gray & Christmas Andrew Challenger, tingkat pengunduran diri yang tinggi sebagian karena perusahaan khawatir tentang prospek ekonomi dan pasar. Pasar kerja memang masih sangat kuat, tetapi pasar saham tidak stabil dan banyak ekonom memperkirakan resesi sudah dekat.
Hal ini ditambah kekhawatiran soal perang dagang AS-China yang masih belum ada titik temu, sehingga berdampak di sejumlah industri, termasuk sektor manufaktur dan teknologi