"Beliau semasa hidupnya banyak kontribusinya tidak hanya sebagai akademisi tapi juga dalam menyusun kebijakan bagi bank Indonesia," ucapnya.
Menurut Perry, banyak sekali masukan-masukan dari almarhum kepada Bank Indonesia (BI) yang sangat baik. Karena selain sebagai akademisi, Tony juga tergabung dalam Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI).
"Masukan beliau dalam tugas Bank Indonesia baik kapasitasnya sebagai akademisi atau badan supervisi betul betul kita rispek secara baik," ucapnya.
Sebagai informasi sebelumnya, Pengamat ekonomi yang juga Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono meninggal dunia pada Rabu 16 Januari 2019, pada pukul 23.30 WIB.
Baca Juga: Tony Prasetiantono Banjir Ucapan Duka, dari Mantan Menkeu hingga Ganjar Pranowo