Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Airlangga Sebut Transaksi Video Commerce Indonesia Tembus 2,6 Miliar

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2026 |14:41 WIB
Airlangga Sebut Transaksi Video Commerce Indonesia Tembus 2,6 Miliar
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan transaksi video commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan hampir 90 persen hingga mencapai 2,6 miliar transaksi. Menurutnya, tren tersebut menjadi salah satu penopang perkembangan ekonomi digital Indonesia.

"Ekonomi digital terus tumbuh menjadi sekitar USD100 miliar di tahun 2025, dan Indonesia juga merupakan andalan dari pasar yang namanya video commerce. Jadi jualan pakai video tetapi pelanggannya online," kata Menko Airlangga dalam acara Kick Off Road to Harbolnas 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 800.000 pedagang online, di mana di antara mereka memanfaatkan video commerce. Model tersebut, kata Airlangga juga memungkinkan pedagang offline turut memasarkan produk melalui video maupun siaran langsung.

"Kalau kita lihat jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi. Jadi kita sering melihat di toko-toko yang offline, pedagang dengan video dan live camera-nya langsung berjualan," lanjutnya.

Menurut Airlangga, pertumbuhan video commerce turut didukung oleh tingginya jumlah pengguna media sosial di Indonesia. Dia mencatat pengguna aktif media sosial telah mencapai lebih dari 180 juta orang dan terus bertumbuh sekitar 26 persen per tahun.

Dia menilai perkembangan teknologi telah membuka peluang bagi pelaku industri dan UMKM untuk memperluas pasar. Salah satu teknologi yang dinilai penting dalam perkembangan e-commerce adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Kita juga melihat bahwa dalam e-commerce ini optimalisasi AI sangat penting terutama dalam program algoritma untuk mendorong produk-produk yang berbasis kepada personalisasi para konsumen. Nah, tentu momentum adaptasi teknologi ini yang luar biasa dan ini merupakan peluang bagi pelaku industri maupun UMKM lokal untuk melakukan transformasi ekonomi digital secara lebih inklusif," tambah Airlangga.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement