Jenis-Jenis Biaya Kartu Kredit yang Harus Diketahui

, Jurnalis
Minggu 27 Januari 2019 20:45 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

7. Biaya Konversi Mata Uang Asing

ika Anda sering bepergian ke luar negeri untuk urusan bisnis atau liburan, maka kartu kredit bisa jadi alat pembayaran yang praktis. Kartu kredit juga akan membantu Anda yang suka berbelanja di situs luar negeri. Namun, Anda perlu ingat bahwa bank penerbit kartu akan membebankan biaya konversi mata uang asing.

Ketika Anda sudah memahami beban biaya konversi mata uang asing yang akan ditanggung, maka pilihlah kartu kredit yang menawarkan nilai tukar mata uang dengan nilai bersaing. Anda juga perlu memperbaharui informasi tentang berbagai promo kartu kredit yang memberikan penawaran terbaik terkait transaksi dengan mata uang asing ini.

 

8. Biaya Cetak Tagihan dan Salinan Tagihan

Beberapa penerbit kartu kredit masih mengenakan biaya cetak tagihan bulanan, besarnya berkisar pada angka Rp 15 ribu. Selain itu, untuk kartu tambahan juga akan dikenakan biaya salinan tagihan yang berkisar antara Rp 5 ribu sampai Rp 30 ribu.

Untuk menghindarinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas e-statement yang tagihan dikirim lewat e-mail saja.

9. Biaya Pembatalan Cicilan

 

Cicilan menggunakan kartu kredit bisa menguntungkan, bisa juga menjadi dilema. Jika Anda membeli satu barang dengan cara dicicil menggunakan kartu kredit, dan berniat melunasinya sebelum tenor berakhir, maka akan dikenakan biaya pembatalan cicilan. Besaran biaya pembatalan cicilan tidak sedikit, berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.

Jadi, Anda perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil barang cicilan dengan kartu kredit. Kalau Anda bisa menahan diri dan barang kebutuhan tidak mendesak, tunggu saja sampai uang terkumpul atau di saat bonus kerja turun, dan lakukan pembelian secara tunai.

10. Biaya Pengembalian Cek dan Giro atau Autodebit

Membayar tagihan kartu kredit dengan cara tertentu juga bisa menimbulkan biaya. Bila Anda membayar tagihan kartu kredit dengan cek atau giro dan harus melalui proses kliring, dan cek atau giro dikembalikan oleh bank, maka akan menimbulkan biaya. Ongkos yang harus dibayar sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu.

Selain itu, Anda juga harus hati-hati dalam memanfaatkan layanan pembayaran tagihan dengan autodebit. Anda mungkin akan terbebas dari biaya keterlambatan pembayaran tagihan. Tetapi, jika saldo rekening Anda tidak cukup untuk melunasi tagihan sebelum jatuh tempo, maka akan terkena biaya atas kegagalan autodebit.

11. Biaya Penukaran Reward Points

Ketika Anda mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan voucher atau hadiah-hadiah, jangan senang dulu. Anda bisa saja dikenai biaya penukaran reward points sekitar Rp 15 ribu atas hadiah tersebut.

Untuk menghindarinya, Anda perlu cermat memilih kartu kredit yang tidak mengenakan jenis biaya ini.

 

12. Biaya Penggantian Kartu

Jika kartu Anda rusak, tentu harus segera diganti. Daripada Anda hanya memegang kartu yang tak berfungsi, sementara biaya tahunan terus ditagih. Apalagi jika kartu Anda sampai hilang, tentu saja lebih berbahaya dan bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Penggantian kartu kredit tentu ada ongkosnya. Biaya yang dibebankan pada nasabah bisa Rp 30 ribu, bisa juga Rp 50 ribu.

Dengan memahami berbagai biaya yang menyertai penggunaan kartu kredit, Anda tidak akan terkejut melihat rincian tagihan. Anda jadi tahu risiko penggunaan kartu kredit dan ongkos yang harus dibayar untuk memanfaatkan fasilitas yang terkandung di dalam alat pembayaran ini. Semoga Anda bisa lebih bijak memilih kartu kredit sesuai kebutuhan

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya