3. Perlu Dikaji Secara Mendalam
Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, wacana motor termasuk ojek online (ojol) masuk tol harus diperhatikan kapasitas pengunaan jalan tol. Mengingat setiap ruas jalan tol memiliki kapasitas berbeda.
"Ya kalau soal masuk ke jalan tol sih oke saja. Tapi lihat dulu juga bagaimana kapasitas penggunaan jalan tol tersebut, sudah padat atau belum?" katanya kepada wartawan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).
Azas menilai, kalau pun wacana tersebut terealiasi berpotensi tak bisa diterapkan di semua ruas tol. Misalnya, kalau kondisinya sudah padat seperti Tol Jagorawi, maka akan sulit untuk mengizinkan motor masuk tol tersebut.
4. Menub Nilai Tol Untuk Motor Belum Mendesak
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, kebutuhan jalan tol khusus pemotor belum mendesak di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa jumlah motor masih terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah jalan tol yang masih terbatas.
"Kalau menurut saya belum urgent (mendesak-red). Karena kita juga harus menimbang antara kebaikan dan masalahnya sendiri," kata Budi Karya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).
Budi Karya mengetahui wacana memperbolehkan kendaraan roda dua masuk jalan tol dari Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Saat ini, kata dia, pemerintah masih mengkaji seperti apa regulasi pemotor masuk tol.
5. YLKI Menolak Wacana Motor Masuk Tol
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menolak rencana pemerintah untuk melegalkan sepeda motor mengaspal di jalan tol.
“Terbetik wacana, dari Ketua DPR, dan juga pemerintah, yang akan melegalkan sepeda motor masuk ke jalan tol. Wacana ini sangat menggelikan, dan karena itu wajib ditolak,” Ujar Ketua YLKI saat dikonfirmasi oleh okezone, Jakarta, Rabu(30/1/2019).
Pasalnya wacana ini kontra produktif terhadap aspek keamanan yang menjadi basis utama dalam bertransportasi. Mengizinkan sepeda motor masuk ke jalan tol, apa pun formulasi di lapangan, adalah sama saja mengorbankan nyawa pengguna sepeda motor.
(Rani Hardjanti)