Fakta-Fakta Motor Masuk Tol, Nomor 5 Menolak

Rikhza Hasan, Jurnalis
Senin 04 Februari 2019 06:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta agar memperluas jalur jalan tol khusus untuk sepeda motor. Namun, rencana tesebut dinilai masih perlu dikaji, bahkan dinilai keliru.

Berikut kumpulan beberapa tanggapan masuknya motor ke jalan tol, yang telah dirangkum oleh Okezone, jakarta, Senin (4/2/2019).

1. Kebijakan Motor Masuk Tol Untuk Keadilan Masyarakat

Wacana msuknya motor ke jalan tol didukung juga oleh anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Menurutnya, diperbolehkannya motor masuk dalam tol sebagai bentuk hadirnya negara dalam memberikan keadilan untuk semua warganya tanpa membedakan strata kemampuan ekenomi.

Baca Juga: Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Segera Beroperasi

2. Jalur Khusus Motor Dimaksudkan Untuk Jalan Tol yang Akan Dibangun

Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengatakan, jalur khusus motor dimaksudkan untuk jalan tol yang sedang dan akan dibangun. Jenis motor yang diperbolehkan masuk ke dalam tol pun menurutnya harus dibatasi untuk kendaraan dengan mesin 100 hingga 150 cc. Sahroni beralasan motor dengan cc di atas 150 yang tergolong barang mewah tersebut umumnya hanya digunakan oleh pemilik di hari senggang atau libur saja.

Baca Juga: Kemenhub Tegaskan Jalan Tol Motor Masih dalam Kajian

Bagi Sahroni, para pembayar pajak seharusnya dapat menikmati fasilitas ataupun infrastruktur yang dibangun negara. Termasuk pemilik kendaraan roda dua di bawah 150 cc pun yang umumnya berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

“Jalur khusus motor bukan untuk tol yang sudah jadi. Tapi tol yang sedang atau baru akan dibangun. Jangan salah persepsi. Rekayasa jalur tol itu nantinya harus memberikan keadilan untuk pengendara mobil dan motor, khususnya mereka yang hanya mampu membeli motor di bawah 150 cc untuk alat transportasi mereka,” jelas Sahroni, Rabu (30/1/2019).

3. Perlu Dikaji Secara Mendalam

Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, wacana motor termasuk ojek online (ojol) masuk tol harus diperhatikan kapasitas pengunaan jalan tol. Mengingat setiap ruas jalan tol memiliki kapasitas berbeda.

"Ya kalau soal masuk ke jalan tol sih oke saja. Tapi lihat dulu juga bagaimana kapasitas penggunaan jalan tol tersebut, sudah padat atau belum?" katanya kepada wartawan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Azas menilai, kalau pun wacana tersebut terealiasi berpotensi tak bisa diterapkan di semua ruas tol. Misalnya, kalau kondisinya sudah padat seperti Tol Jagorawi, maka akan sulit untuk mengizinkan motor masuk tol tersebut.

4. Menub Nilai Tol Untuk Motor Belum Mendesak

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, kebutuhan jalan tol khusus pemotor belum mendesak di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa jumlah motor masih terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah jalan tol yang masih terbatas.

"Kalau menurut saya belum urgent (mendesak-red). Karena kita juga harus menimbang antara kebaikan dan masalahnya sendiri," kata Budi Karya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Budi Karya mengetahui wacana memperbolehkan kendaraan roda dua masuk jalan tol dari Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Saat ini, kata dia, pemerintah masih mengkaji seperti apa regulasi pemotor masuk tol.

5. YLKI Menolak Wacana Motor Masuk Tol

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menolak rencana pemerintah untuk melegalkan sepeda motor mengaspal di jalan tol.

“Terbetik wacana, dari Ketua DPR, dan juga pemerintah, yang akan melegalkan sepeda motor masuk ke jalan tol. Wacana ini sangat menggelikan, dan karena itu wajib ditolak,” Ujar Ketua YLKI saat dikonfirmasi oleh okezone, Jakarta, Rabu(30/1/2019).

Pasalnya wacana ini kontra produktif terhadap aspek keamanan yang menjadi basis utama dalam bertransportasi. Mengizinkan sepeda motor masuk ke jalan tol, apa pun formulasi di lapangan, adalah sama saja mengorbankan nyawa pengguna sepeda motor.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya