NEW YORK - Harga minyak naik tipis pada perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat (AS). Meskipun jumlah pengeboran (rig) AS meningkat.
Melansir Xinhua, Sabtu (9/2/2019), menurut data yang dirilis oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah rig minyak AS naik tujuh minggu ini, sehingga jumlah totalnya menjadi 854.
Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret bertambah 8 sen menjadi USD52,72 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk April naik 47 sen menjadi ditutup pada USD62,10 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak dunia turun lebih dari 2% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar menghadapi kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan global akan melambat di tahun mendatang.
Rebound dari posisi terendah akhir Desember tampaknya terhenti di tengah kekhawatiran bahwa perang dagang antara AS dan China akan berlanjut, membebani permintaan. Pasar juga menghadapi kemungkinan bahwa produsen-produsen minyak tidak akan mematuhi sepenuhnya pemotongan yang disepakati tahun lalu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 2%
Penurunan produksi OPEC dan merosotnya pasokan dari Iran dan Venezuela karena sanksi-sanksi AS telah membuat banyak analis memperkirakan bahwa pasar akan seimbang pada 2019.
Harga minyak menunjukkan kenaikan 20% sejauh tahun ini.
Dukungan harga diberikan oleh pemangkasan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memperketat pasar.
(Feby Novalius)