Dana itu memberi ruang bagi Islamabad untuk bernafas saat menegosiasikan bailout (dana talangan) dengan Dana Mone ter Internasional (IMF). Pakistan menunjukkan apresiasinya dengan memperlakukan kunjungan MBS sebagai lawatan negara terbesar sejak Presiden China Xi Jinping datang pada 2015.
Saat itu, Xi berencana menginvestasikan puluhan miliar untuk sejumlah infrastruktur di Pakistan sebagai bagian dari proyek global China dalam Belt and Road. Di Pakistan, sebagian besar kesepakatan yang ditanda tangani fokus pada proyek energi, termasuk kompleks petrokimia dan pengilangan minyak senilai USD10 miliar di kota pantai Gwadar, tempat China membangun satu pelabuhan.
Memorandum kese pahaman juga ditandatangani untuk investasi dalam pertambangan dan pertanian. Para pengamat menganggap tur MBS itu juga sebagai upaya putra mahkota memperbaiki citranya setelah pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Banyak negara Barat menyalahkan MBS atas pembunuhan itu namun tuduhan itu disangkal Pangeran Mohammed.
MBS juga berencana mengunjungi Indonesia dan Malaysia dalam tur itu, namun lawatan itu ditunda, menurut para pejabat Malaysia dan Indonesia. Hubungan Arab Saudi dan Pakistan di masa lalu ditandai dengan bantuan Saudi pada perekonomian Pakistan saat masa krisis.
Sebagai imbalannya, militer Pakistan memberi du kungan pada Saudi dan keluarga kerajaan. Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry menyatakan, MBS telah memerintahkan pembebasan sekitar 2.100 tahanan asal Pakistan di penjara Arab Saudi.
“Putra mahkota telah memerintahkan pembebasan segera 2.107 tahanan Pakistan setelah permintaan dari PM Pakistan Imran Khan,” kata Chaudhry dalam unggahan di Twitter.
Nasib ribuan pekerja asal Pakistan yang dipenjara disejumlah tahanan di Timur Tengah menjadi isu sensitif di Pakistan.
Sebagian besar tahanan asal Pakistan itu berasal dari keluarga miskin tidak memiliki ha rapan untuk segera bebas. Banyak warga Pakistan pergi ke Timur Tengah setiap tahun un - tuk bekerja di sejumlah proyek konstruksi atau sebagai pembantu rumah tangga. Gaji yang mereka kirim kembali ke Pakistan sangat penting bagi perekonomian negara itu.
(Feby Novalius)