Seperti diketahui, pada krisis ekonomi global 2008 lalu, The Fed mencetak uang dolar AS secara besar-besaran. Hal ini untuk membeli obligasi dari seluruh dunia meskipun aset tersebut tidak potensial atau disebut quantitative easing.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi 2,25%-2,5%
"Jadi kenaikan suku bunga The Fed-nya lebih rendah, tapi disisi lain lebih menggunakan penyesuaian di balance sheet reduction Bank Sentral untuk normalisasi kebijakan. Itu akan dilakukan lebih cepat," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)