Menperin: Indonesia Sudah Siap Era Industri 4.0

Retno Tri Wardani, Jurnalis
Jum'at 22 Februari 2019 18:12 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Giri)
Share :

Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan jumlah unicorn terbanyak di ASEAN. Unicorn, atau perusahaan start up dengan valuasi di atas USD1 miliar, tidak hanya mendorong pemanfaatan teknologi yang makin luas,namun juga mengangkat perekonomian masyarakat dengan memudahkan para pelaku ekonomi mikro mendapat akses pasar.

“Semenjak peluncuran Making Indonesia 4.0, revolusi industri 4.0 menjadi word of mouth di berbagai kalangan perguruan tinggi,” ungkapnya. Inisiatif ini disambut positif berbagai pihak di Indonesia. Bahkan menjadi rujukan untuk industri dan mendapat apresiasi dari beberapa perusahaan dunia yang terkesan dengan inisiatif ini. Mereka berencana untuk menjadikan Indonesia sebagai hub teknologi mereka.

Di luar itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang menarik perhatian dalam hal pembelajaran mengenai industri 4.0. Dalam berbagai forum dunia seperti World Economic Forum, Indonesia diminta untuk bicara mengenai strategi Making Indonesia 4.0 dan berbagi dengan pemimpin-pemimpin dunia.

Dalam kesempatan ini, Menperinjuga mengajak generasi muda dan para sivitas akademika untuk berpartisipasi dan mengambil peran secara aktif dalam melaksanakan peta jalan Making Indonesia 4.0. Misalnya, ikut berperan dalam memilih lighthouses atau champions untuk masing-masing industri prioritas yang telah dipilih.

Konsep lighthouse ini secara resmi telah diadopsi oleh World Economic Forum dalam dokumen Shaping the Future of Advanced Manufacturing & Production sebagai hasil dari World Economic Forum Annual Meeting 2019. “Sebuahlighthouse atau champion akan menjadi role model sekaligus juga mitra dialog pemerintah dalam implementasiindustri 4.0 di Indonesia,” imbuhnya.

Guna mendukung hal tersebut, diperlukan pula langkah dalam upaya peningkatan kompetensi SDM. Langkah ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yang menginginkan pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif.

“Peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu program prioritas karena dapat memacu produktivtas dan daya saing sektor industri nasional,” tegas Menperin. Penyiapan menghadapi perkembangan industri 4.0, di antaranya melalui penguatan pendidikan vokasi industri.

Upaya yang telah dijalankan oleh Kemenperin, antara lain melalui pendidikan vokasi berbasis kompetensi menggunakan sistem ganda atau dual system, pembangunan politeknik industri atau akademi komunitas di kawasan industri, sertaprogram pendidikan vokasi industri yang link and matchantara SMK dengan industri.

“Untuk program link and match antara SMK dengan industri, yang telah diluncurkan sejak tahun 2017, kami telah menjangkau wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” ungkapnya. Sejak digulirkan pada tahun 2017, program ini telah mampu menggandeng sebanyak 2.074 SMK dan 745 perusahaan dengan melibatkan sebanyak 441.800 siswa.

Sementara itu, penyelenggaraan program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja) ditargetkan dapat menjaring 72.000 peserta pada Tahun 2019, serta program Diploma I yang lulusannya langsung terserap bekerja di industri dengan target 600 mahasiswa.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya