"Sedangkan di jalan kota/kabupaten itu ada potensi sepanjang 500.000 km. Itu potensi yang akan kita pakai campuran dengan karet (kedepannya)," kata dia.
Adapun kandungan karet yang diperlukan dalam campuran aspal yakni sebanyak 7%. "Tapi pencampuran ini enggak bisa langsung dari karet alam, itu harus diubah jadi crumb rubber (serbuk karet)," katanya.
Baca Juga: Kerek Harga Karet, Pemerintah Dorong Penyerapan ke Industri Ban
Dengan penggunaan karet ini, kata Basuki, jika berdasarkan norma, standar, pedoman dan manual (NSPM) Kementerian PUPR menunjukkan ketahanan jalan semakin meningkat. Meski disisi lain, ongkos yang dibayarkan relatif lebih mahal.
"Ini kan peningkatan pemanfaatan karet. Aspal karet ini lebih baik, fleksibel dan lebih awet. Kita ingin itu juga diaplikasikan di jalan daerah," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)