"Kami tidak berani untuk menargetkan 'double digit' karena melihat perkembangan ekonomi dunia yang melambat ini," kata Enggar.
Ada pun lima sektor yang menjadi prioritas komoditas ekspor sesuai dengan Industri 4.0 adalah makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik dan kimia.
Enggar menambahkan meski Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan 2018 sebesar USD8,57 miliar, nilai ekspor bisa tumbuh selama investasi terus dilakukan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)