“Setelah kami mulai membeli sampah plastik dari warga seharga 3 ribu rupiah per kilo gram, sudah tiga hari ini, sampah plastik yang berserakan di pantai sudah tidak terlihat lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua pemuda kampung Saonek, Tariq Asis Kastela, mengatakan dengan adanya inovasi tersebut, memberikan dampak positif bagi para pemuda di Saonek.
“Dampaknya sangat besar terhadap lingkungan di kampung Saonek ini, sampah mulai berkuran. Kami juga pemuda di kampung ini merasa terbantu, karna ada yang bisa kami kerjakan, dan sekarang kami sudah punya komunitas untuk mengurus pekerjaan ini,” ungkap Tariq Kastela.
Hingga saat ini, inovasi pengelolaan sampah plastik yang dilakukan oleh Sahib Sangadji, sudah mulai dilirik beberapa konsumen dimana sebanyak 1500 buah paving blok sudah dipesan dan dalam proses percetakan guna memenuhi perminataan pasar, khususnya di Waisai ibukota kabupaten Raja Ampat.
Untuk mencetak paving blok sebanyak itu, Sahib dan kawan-kawan komunitasnya membutuhkan sebanyak 500 kilo gram limbah sampah plastik.Langkah Sahib dalam inovasi membuat sampah plastik menjadi paving blok ini, ini wajib mendapat perhatian dari Pemerintah pusat.
(Rani Hardjanti)