JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan bahwa Indonesia tidak akan bergantung pada robotik seperti Jepang yang mengusung Society 5.0 yang mana masyarakatnya bergantung pada robot.
Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Oktorialdi mengatakan, langkah itu dilakukan lantaran apa yang terjadi di Jepang berbeda dengan Indonesia yang justru akan menghadapi bonus demografi.
"Pada 2030-2045 kita akan masuk masa dengan bonus demografi, jadi kebijakan pasti larinya bukan robotik," katanya dilansir dari Antaranews, Rabu (27/3/2019).
Baca Juga: Persiapan Jadi Negara Maju, RI Harus Jaga Ekonomi dan Lingkungan Hidup
Oktorialdi menuturkan Bappenas telah meluncurkan Visi Indonesia 2014 di mana pada 2045, total penduduk Indonesia adalah 318,9 juta orang yang sebagian besar berada berusia produktif. Dengan kondisi tersebut, kebijakan yang akan diambil pemerintah tentu bukan pengembangan robotik seperti Jepang yang masyarakatnya semakin menua (aging society).
"Jadi nanti arahnya bagaimana menciptakan manusia-manusia yang punya kemampuan yang dibutuhkan pada masa depan," katanya.