Bos KAI: Reaktivasi 4 Jalur Kereta Jabar Dongkrak Ekonomi

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Kamis 28 Maret 2019 20:10 WIB
Foto: Direktur Utama KAI Edi Sukmoro
Share :

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah melakukan reaktivasi empat jalur kereta di Jawa Barat. Pengaktifan kembali jalur peninggalan Belanda, dinilai bakal meningkatkan perekonomian wilayah Jawa Barat.

Adapun keempat jalur itu yakni rute Cibatu-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 kilometer (km), rute Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 km, rute Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 km, dan rute Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km.

Baca Juga: Tips Berburu Tiket Lebaran dari Bos KAI

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menyatakan, untuk tahap pertama jalur Cibatu-Garut yang akan diaktifkan lebih dahulu. Targetnya reaktivasi bisa rampung di akhir 2019.

"Untuk tahap pertama ini Cibatu ke Garut kita aktifkan dulu. Supaya orang-orang Garut dengan mudah sekali menuju Bandung dan Jakarta dengan kereta api, tanpa kemacetan," katanya dalam acara live streaming Special Dialogue Okezone, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Edi mengatakan, jika jalur tersebut terhubung maka akan meningkatka perekonomian di daerah-daerah tersebut. Seperti Garut yang memiliki potensi ekonomi melalui komoditas olahan kulit, dodol, kambing, hingga jeruk.

"Ini kalau bisa dijangkau dengan angkutan massal seperti kereta api maka potensi daerah itu akan terangkat secara tiba-tiba," tambahnya.

Untuk wilayah Pangandaran, lanjutnya, ika alur kereta api sudah aktif maka dapat meningkatkan potensi pariwisatanya. Sebab, daerah Pangandaran terkenal dengan pantainya.

Kemudian, di daerah Ciwiday juga terdapat objek pariwisata kawah putih. Sehingga jika jalur Bandung-Ciwiday tersambung akan meningkatkan jumlah wisatawan.

"Ini hal yang menurut saya potensi tersimpan, yang nantinya kalau reaktivasi dilakukan, masyarakat Jawa Barat akan dapat keuntungan luar biasa," ucap dia.

Baca Juga: KAI Masih Layani Pembelian Tiket di Stasiun untuk Mudik Lebaran

Dia menyatakan, proses reaktivasi empat rute tersebut terus berjalan. Hal ini memang membutuhkan waktu, sebab terkendala jalur yang sudah berubah fungsi seperti berada di persawahan, ditumbuhi pepohonan, hingga jembatan yang sudah karatan.

"Sehingga memang kita sedang lakukan penertiban atau pembersihan. Jembatan semuanya sudah karatan, barang kali perlu dihitung ulang apakah masih bisa dipakai atau tidak. Kalau seandainya akan kita gunakan akan kita hitung lagi kekuatannya," jelas dia.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya