Menteri Jonan: Tahun Politik Tak Pengaruhi Harga Minyak hingga Batu Bara

Retno Tri Wardani, Jurnalis
Senin 01 April 2019 18:08 WIB
Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan (Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan terus membangun optimisme terhadap dunia usaha sektor ESDM. Jonan menyebut, tahun 2019 yang disebut sebagai momen tahun politik diyakini tidak akan mempengaruhi harga komoditas minyak dan gas bumi (migas) juga komoditas mineral dan batu bara (minerba).

"Tahun politk untuk Indonesia impact-nya ke harga hampir tidak ada. Trend internasional yang jelas mempengaruhi," tegas Jonan dilansir dari laman Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Jonan menguraikan, kondisi penerimaan negara pada tahun 2019 akan lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan pasar global, yaitu gejolak ekonomi dunia yang mengakibatkan fluktuasi harga komoditas migas dan minerba.

"Negosiasi dagang Amerika-Tiongkok ini berdampak besar bagi kita. Trendnya bisa berubah total sekarang ini. Contohnya, kenapa (harga) batu bara ini nggak turun-turun? Salah satunya karena Tiongkok menyetop impor batu bara dari Australia, mereka impor dari Indonesia. Supply-demand mempengaruhi harga," kata Jonan.

 Baca Juga: Pengembangan Kendaraan Listrik Lebih Mudah Dibandingkan Genjot Produksi Minyak

Begitu pula terjadi pada subsektor migas, permintaan (demand) dan penawaran (supply) menjadi faktor penentu utama dalam menggerakkan harga komoditas migas.

"Walaupun ada perang ataupun produksi minyak di OPEC dipangkas, pada akhirnya demand-supply lah yang menentukan, demand terutama," tegas Jonan.

Jonan menekankan bahwa stabilitas keamanan menjadi unsur penting dalam menjaga keseimbangan harga komoditas migas dan minerba ke depannya. Dengan begitu, kata dia, hal ini dapat menjamin ketersediaan dan distribusi komoditas ESDM untuk para investor.

"Tahun politik ini stabilitas keamanan yang penting," katanya.

 Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 1%

Dia juga menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik akan jauh lebih menentukan penerimaan negara ketimbang sekadar mengkorelasikan dengan tahun politik.

"Yang lebih penting itu good governance sehingga pengelolaannya akan berkesinambungan dan lebih lama," tutur Jonan.

Sebagaimana diketahui, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor migas dan minerba di tahun 2018 meningkat tajam bahkan melampaui target. Migas menyumbang Rp163,4 triliun dari Rp86,5 triliun yang ditargetkan. Sementara Minerba sebesar Rp50 triliun dari Rp32,1 triliun.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya