Penampakan Bendungan Paselloreng yang Rampung Juli 2019

, Jurnalis
Rabu 03 April 2019 14:17 WIB
Bendungan (Foto: Website Kementerian PUPR)
Share :

JAKARTA – Sepanjang tahun 2015-2019 ini, pemerintah menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan. Salah satunya adalah Bendungan raksasa bernama Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan yang akan segera rampung dalam waktu empat bulan lagi.

Bendungan tersebut dikerjakan pemerintah sejak 2015 lalu dan nantinya akan segera rampung dalam empat bulan lagi.

Luas genangan Bendungan Paselloreng adalah 169 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta meter kubik. Bendungan tersebut sepuluh kali lebih besar dibandingkan Bendungan Raknamo di NTT yang 13,5 juta meter kubik, dan lima kali lebih besar dari Bendungan Kuningan di Jawa Barat yang 25 juta meter kubik.

Baca Juga: Pembangunan Bendungan Sindangheula Sudah Rampung 98%

Mengapa begitu besar? Provinsi Sulawesi selatan adalah sebagai lumbung pangan nasional. Di sana masih terdapat hamparan lahan persawahan di atas 3.000 hektare yang sudah sulit ditemui di daerah lain.

“Agar semakin produktif, kita harus memastikan ketersediaan air. Bendungan Paselloreng ini untuk mengairi sekitar 7.000 hektare sawah,” kata Jokowi, seperti dikutip dari akun instagramnya, Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Presiden menambahkan, selain Paselloreng, di Sulawesi Selatan kita sedang menyelesaikan pembangunan dua bendungan lain yakni Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, masing-masing berkapasitas 40 juta dan 97,3 juta meter kubik.

Kapasitas tampung Bendungan Passeloreng mencapai 10 kali lebih besar dibandingkan Bendungan Raknamo yang diresmikan Presiden Jokowi awal 2018 lalu sebesar 13,5 juta m3 dan lima kali lebih besar dari Bendungan Kuningan Jawa Barat yang berkapasitas 25 juta m3.

Bendungan multifungsi ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 305 lt/detik, Konservasi Sumber Daya Air, pengendalian banjir Sungai Gilireng (1002 m3/detik), perikanan air tawar, pengembangan Pariwisata, dan potensi listrik 2,5 MW. Konstruksi Bendungan Paselloreng dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya – PT. Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan biaya Rp793 miliar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya