Baru Kerja Mau Beli Motor? Ini Tipsnya

, Jurnalis
Senin 08 April 2019 07:58 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Punya motor sendiri adalah salah satu kebanggaan fresh graduate yang baru mulai kerja. Motor tersebut bisa jadi pembuktian hasil kerja. Selain itu, kendaraan ini juga menjadi alat yang memudahkan pekerjaan dan mobilitas.

Jadi, dengan dalih sebagai kredit produktif dan kebutuhan mendesak, Anda kemudian merasa perlu untuk membeli motor dengan cara mengangsur meski baru bekerja. Apalagi, saat ini memulai cicilan motor terbilang mudah dan murah, Anda semakin tergiur untuk memulai kredit. Melansir Qerja.com, sebelum mencicil sepeda motor, sebaiknya Anda melakukan beberapa hal berikut ini terlebih dahulu.

Tunggu Sampai Tiga Bulan

Salah satu syarat agar pengajuan kredit motor Anda disetujui adalah bukti pekerjaan atau penghasilan tetap. Biasanya, karyawan atau pekerja kantoran yang bisa mengajukan kredit sudah menjalani masa kerja minimal tiga bulan.

Baca Juga: 5 Tips Terbebas dari Jeratan Utang

Masa kerja minimal yang telah dijalani bisa jadi menunjukkan bahwa Anda sudah lulus masa probation pertama, sehingga punya sumber dana yang berkesinambungan untuk membayar cicilan. Dengan begitu, perusahaan pemberi pinjaman bisa meyakini bahwa angsuran bulanan Anda akan lancar.

Sebenarnya, karyawan yang baru ngantor selama 1-2 bulan juga bisa langsung mencicil motor. Asalkan, bisa membuktikan bahwa nominal gaji yang didapat bernilai tinggi.

Tapi, buat pekerja baru dengan gaji standar rata-rata, sebaiknya menahan dulu hasrat untuk mencicil motor sampai tiga bulan masa kerja. Selama waktu menunggu, Anda mesti menggunakan transportasi umum untuk berangkat ke kantor.

Hitung Rasio Cicilan

Umumnya, bank dan lembaga keuangan lainnya menggunakan standar rasio utang 30-35%. Hal ini karena proporsi pembagian gaji secara umum adalah 40% konsumsi, 30% utang, 20% tabungan atau investasi, dan 10% sedekah sosial.

Kalau gaji seorang karyawan baru sesuai UMR di kota besar, sekitar Rp3,5 juta, maka cicilan yang diperbolehkan maksimal Rp1,225 juta. Jika Anda karyawan baru yang masih lajang dan tidak terbebani angsuran lain, bisa saja memenuhi persyaratan tersebut.

Agar cicilan bulanan hanya Rp1,225 juta atau kurang, maka Anda harus menyiapkan uang muka yang cukup. Apabila Down Payment yang Anda siapkan tidak bisa membuat cicilan bulanan mencapai rasio 30-35% gaji, artinya harus mengumpulkan uang muka lagi. Anda bisa meminjam uang dari orangtua atau kerabat, atau menjual aset pribadi.

Jangan Tergiur Iming-iming DP Murah

Dengan membayar uang muka minimum, Anda tidak harus menabung banyak untuk mendapatkan motor pertama. Tetapi, itu artinya Anda akan terbebani dengan cicilan bulanan yang besar. Selain itu, tenor cicilan pun semakin panjang, dan Anda akan terlibat utang lebih lama.

Maka, sebelum datang ke dealer, Anda harus membekali diri dengan hitungan skema kredit sendiri. Anda juga mesti berusaha menghindari rayuan sales.

Siapkan Kelengkapan Data

Ketika hati sudah mantap, dan finansial telah cukup untuk memulai cicilan motor, terkadang kelengkapan data malah jadi penghalang persetujuan kredit. Beberapa berkas yang dibutuhkan antara lain KTP, Kartu Keluarga, slip gaji, surat keterangan kerja, hingga surat keterangan domisili.

Buat karyawan baru yang masih tinggal di rumah sewa atau kos, mesti bisa membuktikan sudah tinggal di tempat tersebut minimal tiga bulan. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan Surat Keterangan Tinggal atau Surat Domisili dari RT dan RW setempat.

Apa pun keputusan finansial Anda, sebaiknya dipertimbangkan dengan matang. Kesehatan keuangan Anda di masa depan tergantung pada keputusan hari ini.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya