JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Idrawati memberikan kuliah umum pada Indonesia Speaker Series di Columbia University, New York, Amerika Serikat, hari ini.
Dalam kesempatan tersebut Sri Mulyani membahas mengenai kondisi terkini perekonomian Indonesia, outlook ekonomi dan bagaimana pemerintah menyikapi berbagai perkembangan global.
Baca Juga: Sri Mulyani: ASEAN Terus Berbenah
Indonesian Speaker Series adalah program unggulan Permias NYC di mana pemimpin, baik dari sektor publik, sosial, maupun bisnis bertemu dengan mahasiswa dan pekerja Indonesia di New York untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan berdiskusi mengenai isu-isu terkini di Tanah Air.
Sri Mulyani mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir kondisi ekonomi Indonesia sudah jauh lebih baik, dan lebih berdaya tahan dibandingkan dari 2013 saat terjadi krisis taper tantrum.
“Meskipun perekonomian semakin membaik, namun persentase penghasilan yang ditabung masih tergolong rendah saving rate di Indonesia masih sekitar 30%-33%,” tulisnya pada akun Facebook, Rabu (10/4/2019).
Baca Juga: Bertemu Menkeu se-ASEAN, Sri Mulyani Bahas Pajak hingga Infrastruktur
Tercatat, kata mantan Direktur Bank Dunia, kondisi ini masih di bawah sejumlah negara besar seperti China, meskipun lebih baik dibandingkan dengan negara-negara di Amerika Latin.
Salah satu tantangan rendahnya saving rate di Indonesia yaitu karena tidak dialokasikan ke financial assets, tapi di physical asset seperti tanah, sehingga lebih sulit untuk dimanfaatkan bagi pendanaan investasi seperti infrastruktur.
(Dani Jumadil Akhir)