Perempuan dan Investasi di Pasar Modal Indonesia

, Jurnalis
Sabtu 20 April 2019 11:26 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)
Share :

JAKARTA – Bahagianya perempuan di masa kini, yang memiliki kebebasan dalam beraktivitas. Bulan April ini perempuan Indonesia memperingati Hari Kartini. Ibu Kartini adalah sosok perempuan Jawa yang menjadi simbol emansipasi perempuan di negeri ini. Zaman dulu, perempuan Indonesia tidak bisa berkiprah layaknya kaum pria. Perempuan tidak bisa bersekolah tinggi, dan hanya dipersiapkan untuk mengurus rumah tangga dan keluarga di rumah. Di usia belia, perempuan masa lalu sudah dinikahkan, yang menjadi akhir dari cita-cita kebanyakan perempuan.

Dari balik kamar pingitan, RA Kartini “memberontak” lewat tulisan-tulisannya tentang peran perempuan di Tanah Air. Menyuarakan tekad perempuan yang ingin punya kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki untuk membangun bangsa. Surat-surat Kartini yang dikirimkan kepada sahabatnya di negeri Belanda dan beberapa di antaranya dipublikasi di Soerat Kabar masa itu, dibukukan dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Ibu Kartini punya peran besar bagi eksistensi perempuan Indonesia saat ini.

Bagaimana dengan di pasar modal Indonesia? Di pasar modal, jumlah investor perempuan juga bertambah seiring waktu. Urusan berinvestasi tidak melulu menjadi urusan dan aktivitas laki-laki. Dan kalau ditilik dari sejarah, perempuan memang lebih tekun berinvestasi. Zaman nenek-nenek dan ibu-ibu kita masa lalu, mereka rajin membeli emas perhiasan sebagai investasi. Atau membeli aset tanah dan properti dari uang yang mereka sisihkan dari suami mereka. Perempuan lah yang menjadi pengelola keuangan rumah tangga sejati.

Baca Juga: OJK Ajak Generasi Milenial Investasi Saham

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya