JAKARTA - Presiden Joko Widodo sebagai calon Presiden nomor urut 01 periode 2019-2024 berkomitmen ingin menjadikan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendunia. Salah satu caranya adalah dengan membuat hoding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberbagai bidang.
Mencoba menelisik lebih jauh makna tersebut, menjadi BUMN yang mendunia sebenarnya bukan hal baru bagi perusahaan milik negara kita. Itu jika maknanya adalah sudah membuka cabang ataupun sudah memasarkan banyak produk di dunia.
Sebut saja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk beserta entitas anak yang sudah malang melintang untuk mengerjakan proyek infrastruktur di Aljazair, Taiwan, Nigeria dan juga Filipina.
Dari sektor keuangan, ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang sudah melayani nasabah di Hongkong, London, New York, Singapura, Tokyo dan satu kantor fungsional di Osaka.
Indonesia juga terus mendorong produk-produknya milik BUMN dikenal dan digunakan oleh dunia. Seperti hasil produksi PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) dan juga PT PAL yang sudah banyak digunakan di berbagai negara.
Alat utama sistem senjata (alutista) yang di produksi seperti senapan serbu SS1-V1 yang banyak dipesan oleh Mali di Afrika dan beragam jenis senjata lainnya yang biasa diekspor ke Kamboja, Malaysia, Myanmar, Oman, Filipina, dan juga Afghanistan.
Untuk PT PAL, belum lama ini salah satu perusahaan BUMN yang masuk dalam BUMN Industri Strategi (BUMNis) itu sudah mampu memproduksi kapal sela lho. Bahkan sudah beberapa negara tetangga sudah melirik hasil buatan dalam negeri itu.
Kapal selam yang dinamakan KRI Aluguro – 405 itu merupakan hasil dari transfer teknologi antara Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME), perusahaan asal Korea Selatan dan PT PAL.
Beragam hal tersebut merupakan bukti bahwa BUMN negeri ini sudah mampu bersaing dengan perusahaan milik negara lain. Sebab produksinya banyak yang sudah dipasarkan diluar negeri, alias mendunia.
Memang tidak boleh juga untuk cepat berpuas diri. Perusahaan -perusahaan itu juga terus berbenah dan ekspansif untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik lagi. Tetapi yang harus diingat adalah produk buatan anak negeri itu sudah berhasil sejajar di “etalase” dunia.
Lalu bagaimana dengan skema holding. Dilansir dari halamqa CekAja, Minggu (21/3/2019), berikut penjelasan lengkap mengenai holding
Sejarah Holding BUMN
Sejarah pembentukan holding BUMN sendiri sebenarnya tidak hanya lahir baru – baru ini. Rencana pembentukan holding sudah meluncur sejak tahun 1998 silam.
Kala itu Menteri BUMN pertama, Tanri Abeng mencetuskan ide holdingisasi BUMN untuk menciptakan BUMN yang kuat, yang fokus pada proses bisnis, mulai dari hulu ke hilir.